Zidane Buka Era Baru Prancis, Debut Lawan Turki Jadi Ujian Pertama
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 08:07 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraPARIS — Zinedine Zidane mengaku diliputi “emosi yang luar biasa” menjelang pertandingan pertamanya sebagai pelatih Timnas Prancis. Zidane akan memimpin Les Bleus menghadapi Turki pada laga pembuka UEFA Nations League di Kocaeli, Sabtu (26/9) dini hari WIB.
Pelatih berusia 54 tahun itu mengambil alih kursi kepelatihan Prancis setelah menggantikan Didier Deschamps, yang mengakhiri masa pengabdiannya selama 14 tahun. Zidane langsung menghadapi tantangan tandang dalam laga pertamanya, kurang dari dua bulan setelah resmi ditunjuk.
Ketika ditanya apakah emosinya saat ini sama dengan ketika pertama kali mengenakan seragam Prancis 32 tahun lalu, Zidane mengatakan perasaannya kali ini bahkan lebih besar.
“Bahkan mungkin lebih besar,” ujar Zidane ketika menjawab pertanyaan tersebut.
“Sudah lama sekali berlalu. Sekarang saya merasakan emosi yang luar biasa karena berada di sini dan memimpin tim Prancis,” kata Zidane dalam konferensi pers.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penunjukan Zidane memang memicu antusiasme besar di Prancis. Pekan pertamanya sebagai pelatih mendominasi pemberitaan media nasional. Antusiasme serupa juga terasa di Turki. Bahkan, seorang jurnalis Turki sempat meminta tanda tangan Zidane di tengah konferensi pers.
Namun, mantan pelatih Real Madrid itu berusaha mengalihkan sorotan dari dirinya kepada para pemain.
“Ini adalah langkah berikutnya setelah 14 tahun bersama Didier. Ini sesuatu yang baru, jadi sangat normal jika perhatian besar tertuju kepada saya. Tetapi tokoh utamanya adalah para pemain,” kata Zidane.
“Saya pikir kami hanya perlu menerima bagaimana semuanya berjalan. Saya tidak mencari perhatian seperti itu dan saya juga tidak berada di sini untuk itu. Saya akan berusaha melakukan pekerjaan bersama para pemain, memastikan kami bisa memenangkan pertandingan. Itulah yang menjadi perhatian saya.”
Gelandang Adrien Rabiot mengungkapkan bagaimana Zidane berusaha memberi ruang kepada para pemain sejak mengambil alih tim.
“Dia berusaha mundur sejauh mungkin agar para pemain bisa mengekspresikan diri,” ujar Rabiot.
“Dia bersama kami sama seperti dirinya yang terlihat dari luar. Kami sepenuhnya menyadari betapa pentingnya dia bagi sepak bola Prancis. Auranya membuat sosoknya sangat menonjol dan orang-orang memiliki ekspektasi besar terhadapnya.”
Rabiot menjadi salah satu kapten Prancis bersama Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Jules Kounde. Ia mengakui sejumlah perubahan terjadi sejak Zidane menggantikan Deschamps.
“Cukup banyak hal yang berubah. Beberapa pemain baru masuk, ada cara berbeda dalam melakukan berbagai hal, termasuk sesi latihan yang berbeda,” kata Rabiot, yang menjadi bagian dari skuad Prancis saat menjadi runner-up Piala Dunia 2022.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!