Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prabowo Bentuk BPGMN, Ilmuwan dan Warga Desa Dilibatkan Cegah Karhutla

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 13:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Prabowo Bentuk BPGMN, Ilmuwan dan Warga Desa Dilibatkan Cegah Karhutla Doc: Antara
Ket. Presiden Prabowo Subianto dalam acara diskusi bersama sejumlah akademisi mengenai pengelolaan lahan gambut dan potensi kebakaran di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9).

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pengelolaan lahan gambut sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak terus berulang.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (25/9), mengatakan pembentukan BPGMN merupakan salah satu hasil diskusi Presiden Prabowo bersama sejumlah akademisi mengenai pengelolaan lahan gambut dan potensi kebakaran yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9).

Menurut Teddy, BPGMN nantinya diarahkan untuk memperkuat upaya pencegahan melalui riset, pemetaan, serta sistem deteksi dini dan pemantauan titik panas di kawasan gambut.

"Badan ini akan melibatkan para ilmuwan dan profesional," kata Teddy.

Pelibatan ilmuwan dan profesional ditujukan agar pengelolaan kawasan gambut dilakukan berdasarkan pengetahuan dan kajian yang lebih komprehensif, sekaligus mendukung pencegahan karhutla sejak dini.

Selain memperkuat pencegahan, pemerintah juga menyiapkan langkah penanganan di lapangan. Teddy mengatakan Satgas Darat akan dioptimalkan agar dapat merespons dan menangani kebakaran secara langsung di lokasi.

Pemerintah juga akan mengoptimalkan pemanfaatan pompa air, termasuk pompa portabel dan pengeboran dangkal, sebagai bagian dari penguatan kapasitas penanganan kebakaran, khususnya di kawasan gambut.

Upaya tersebut juga akan melibatkan perangkat desa dan masyarakat sekitar melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gambut dinilai memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran sekaligus memberikan respons awal ketika kebakaran terjadi.

Menurut Seskab, pengelolaan gambut membutuhkan keterpaduan antara pengetahuan ilmiah, teknologi, operasi lapangan, dan pengalaman masyarakat.

"Dengan mempertemukan pengetahuan para ilmuwan, teknologi, dan pengalaman masyarakat di lapangan, pengelolaan gambut diharapkan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, sekaligus menjaga ekosistem dan mencegah karhutla agar tidak terus berulang," ujarnya.

Melalui BPGMN, pemerintah mendorong pengelolaan gambut yang terintegrasi, mulai dari pencegahan, pemetaan dan deteksi dini hingga penguatan respons ketika terjadi kebakaran.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan Presiden Prabowo mengarahkan agar ilmuwan dan masyarakat desa dilibatkan dalam kerja BPGMN yang akan mengelola ekosistem gambut dan mangrove di Indonesia.

Brian menyampaikan hal tersebut kepada wartawan usai rapat terbatas (ratas) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis malam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Indonesia vs Singapura di G...

Ahmad Dilantik sebagai Ketua KNKT Masa Jabatan 2026-2030

37 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Ahmad Dilantik sebagai Ketu...
Luar Negeri
Indonesia Tandatangani Konv...

Karhutla Gunung Rinjani Capai 589 Hektare

40 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Karhutla Gunung Rinjani Cap...
Megapolitan
Warga Harus Diutamakan Mend...
Megapolitan
Universitas New York dan Ja...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.