Kasus HIV/AIDS Ditemukan pada Usia Sekolah, Wagub Gorontalo Minta Pelajar Waspada.

Jumat, 06 Nov 2026, 14:05 WIB

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengingatkan pentingnya pemahaman mengenai risiko penularan dan pencegahan HIV di kalangan pelajar menyusul ditemukannya kasus HIV/AIDS pada kelompok usia sekolah.

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Jumat, mengatakan, edukasi sejak dini diperlukan agar generasi muda memiliki pengetahuan yang benar mengenai HIV/AIDS serta mampu menjaga kesehatan diri.

Ket. Foto: Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat memberikan sosialisasi terkait bahaya HIV-AIDS di kalangan pelajar di SMA Negeri 1 Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Kamis (5/11). — Sumber: Antara Foto

Pesan tersebut juga disampaikan Idah saat memberikan edukasi dan informasi dasar HIV/AIDS kepada siswa SMA Negeri 1 Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Kamis (5/11).

Ia mengaku prihatin karena kasus HIV/AIDS di Gorontalo telah ditemukan pada kelompok usia pelajar, termasuk siswa kelas X dan XI serta mereka yang baru menyelesaikan pendidikan sekolah.

“Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Jangan sampai generasi muda kita kehilangan masa depan karena kurangnya pemahaman dan salah dalam memilih pergaulan. Saya berharap anak-anak sekalian mampu menjaga diri dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang membawa dampak buruk,” kata Idah.

Idah yang juga Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo itu mengingatkan pentingnya membangun lingkungan pertemanan yang sehat dan memahami risiko dari perilaku yang dapat menyebabkan penularan HIV.

Ia juga meluruskan pemahaman keliru mengenai penularan HIV. Menurutnya, virus tersebut tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari seperti berjabat tangan dan berpelukan, melainkan melalui jalur penularan tertentu, termasuk hubungan seksual berisiko dan paparan darah yang terinfeksi.

Idah berharap para pelajar tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga dapat menyebarkan informasi yang benar kepada keluarga dan teman sebaya.

“Pencegahan HIV/AIDS membutuhkan kepedulian bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga keluarga, sekolah, serta lingkungan pergaulan. Tolong jaga diri kalian semua,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 1.538 kasus diagnosis HIV/AIDS di daerah tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 170 kasus ditemukan pada kelompok maha/siswa.

  • Kasus HIV/AIDS usia sekolah

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.