Ornamen Ujungan Bekasi Menghiasi Simpang Gerbang Tol Gabus Tambun Utara
Kamis, 24 Sep 2026, 23:27 WIBKabupaten Bekasi - Ornamen perwujudan kesenian tradisional Ujungan Bekasi Jawa Barat, menghiasi ruas jalan akses menuju Gerbang Tol Gabus di Kecamatan Tambun Utara sebagai bentuk pelestarian budaya serta kearifan lokal.
Ornamen berbahan potongan logam tersebut berwujud dua pesilat yang menggambarkan peragaan saling pukul menggunakan tongkat kayu khas kesenian Ujungan. Uniknya, kedua figur pesilat itu dirancang dapat berputar saat tertiup angin sehingga menyerupai gerakan pertunjukan Ujungan.
"Pemasangan ornamen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kepada masyarakat luas setelah kesenian tradisional Ujungan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada Juli 2026," kata Ketua Pemangku Seni Budaya Bekasi (Pangsi) Drahim Sada di Cikarang, Kamis.
Dia mengatakan ornamen figur dua pesilat tradisional Ujungan khas Bekasi tersebut dibuat secara swadaya dengan menghabiskan biaya sekitar Rp3,5 juta serta dikerjakan selama kurang lebih satu pekan.
Selain dipasang di ruang publik, ornamen itu juga dirancang agar dapat dipindahkan dan dibawa ke berbagai kegiatan seperti bazar maupun acara masyarakat untuk menjadi media sosialisasi kesenian tradisional Ujungan Bekasi.
"Tujuan kita buat ornamen ini sebenarnya pada dasarnya untuk sosialisasi Ujungan yang mana setelah menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, kita ingin Ujungan ini menjadi Warisan Budaya Takbenda Dunia," ujarnya.
Pemilik Sanggar Seni Kusuma Eyang Anjar Purwani mengapresiasi inisiatif Pemangku Seni Budaya Bekasi membangun serta menempatkan ornamen Ujungan di ruang publik sebagai langkah konkret upaya pelestarian budaya lokal.
Penata Tari Ujungan Bekasi itu berharap ornamen tersebut menjadi penanda dan pengingat kepada generasi muda bahwa Kabupaten Bekasi memiliki warisan budaya yang patut dilestarikan sekaligus menjadi kebanggaan daerah.
"Jangan sampai budaya maupun kearifan lokal yang kita miliki luntur. Harus terus dilestarikan supaya anak cucu kita juga mengenal dan turut melestarikan. Apalagi pemerintah sudah menetapkan Ujungan sebagai warisan budaya tak benda," ucap dia.
Dirinya sempat memperkenalkan tari Ujungan Bekasi yang memadukan kekompakan gerak serta kekuatan ekspresi berpadu kreativitas itu dalam ajang Festival Lima Gunung XXV di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang pada Sabtu (11/7/2026) lalu.
"Saya berharap Ujungan Bekasi semakin dikenal luas oleh masyarakat baik melalui kegiatan kesenian tari, hajatan warga, termasuk memasang ornamen di ruang publik, itu juga bentuk kecintaan kami juga sebagai upaya melestarikan warisan budaya," kata dia.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gubernur DKI Pramono: Gembok Cinta Akan Dibuat di Jembatan Rasuna Said Depan KPK
-
MK Tolak Pilkada Lewat DPRD, Rakyat Tetap Pilih Langsung
-
Setiap Kecamatan Jakarta akan Punya Kampung Budaya Demi Pelestarian
-
Perluas Ekosistem Perangkat Digital, Infinix Buka Exclusive Store di Bogor
-
Ada Apa Tiba-tiba Pemrov Jabar Ingin Menerapkan WFH
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.