Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IOITE 2026 Hadirkan Solusi Outing Perusahaan di Tengah Tren Efisiensi

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 16:33 WIB | Oleh:
IOITE 2026 Hadirkan Solusi Outing Perusahaan di Tengah Tren Efisiensi Doc: Koran Jakarta/Haryo Brono
Ket. Priscilla Daulima (Project Manager IOITE 2026), Gigih Gesang (Ketua Umum AELI), dan Andita Tirtawisata (Director of Panorama Media) saat memaparkan agenda Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) 2026 dalam sesi konferensi pers di Jakarta pada Kamis (24/9).

JAKARTA — Kebutuhan perusahaan terhadap kegiatan corporate outing, gathering, incentive travel, dan team building menjadi fokus utama penyelenggaraan Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) 2026 yang akan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di NICE PIK 2, Jakarta.

Pameran yang diselenggarakan oleh Panorama Media ini mempertemukan perusahaan dengan para pelaku industri yang menyediakan berbagai kebutuhan kegiatan korporat, mulai dari hotel, resort, venue, destinasi wisata, penyedia experiential learning, hingga event organizer.

IOITE menyasar para pemilik bisnis, praktisi sumber daya manusia (human resources atau HR), tim procurement, serta pengelola program insentif perusahaan. Melalui pameran tersebut, perusahaan dapat mencari, mengevaluasi, dan membandingkan berbagai pilihan penyedia jasa untuk kegiatan karyawan secara praktis dalam satu lokasi.

Director of Panorama Media, Andita Tirtawisata, mengatakan IOITE dikembangkan untuk menjembatani pertemuan antara kebutuhan perusahaan dan penyedia layanan yang relevan. Ia melihat selama ini ada jarak antara perusahaan yang memiliki kebutuhan serta anggaran dengan pelaku industri yang menyediakan solusinya.

“Dua-duanya sering tidak bertemu di waktu yang tepat. IOITE kami bangun untuk menjembatani itu. Dalam satu kunjungan, seorang HR manager bisa merencanakan outing, gathering, sampai incentive trip untuk setahun ke depan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (24/9).

Kebutuhan Outing di Tengah Tren Efisiensi

Kehadiran pameran ini berlangsung di tengah dinamika perusahaan yang juga dihadapkan pada kebutuhan untuk melakukan efisiensi dalam penyelenggaraan program kesejahteraan dan pengembangan karyawan.

Ketua Umum Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI), Gigih Gesang, mengungkapkan bahwa minat perusahaan terhadap kegiatan outing masih cukup tinggi, meskipun sebagian perusahaan melakukan penyesuaian terkait anggaran dan durasi kegiatan.

“Kalau dari sisi minat pengusaha hari ini memang ada berkurang ya, sekitar 30 persen yang biasa ada,” kata Gigih.

Menurut dia, penurunan tersebut tidak selalu berarti kegiatan outing ditiadakan sepenuhnya. Sebagian besar perusahaan tetap menjalankan agenda tersebut, tetapi dengan format yang lebih efisien atau memilih penyedia jasa yang lebih kompetitif.

“Bisa saja faktornya bukan karena tidak melaksanakan, bisa saja pindah vendor dan lain sebagainya kalau kegiatannya tetap dilaksanakan. Tapi semuanya melakukan efisiensi, pengurangan-pengurangan,” ujarnya.

Bentuk efisiensi tersebut antara lain terlihat dari pemangkasan materi maupun durasi pelaksanaan. Jika sebelumnya program dapat berlangsung hingga tiga atau empat hari, kini sebagian besar kegiatan dipadatkan menjadi satu atau dua hari saja.

“Biasanya ada tiga hari, empat hari. Sekarang jadi hanya dua hari, satu hari untuk materi penguatan mental, hari kedua fisik dan jalan-jalan, cukup,” tambahnya.

Perubahan tren ini menunjukkan bahwa program outing perusahaan saat ini tidak sekadar berorientasi pada rekreasi semata, melainkan menuntut penyesuaian tujuan kegiatan agar selaras dengan efisiensi anggaran dan efektivitas waktu kerja.

Akomodasi Hotel hingga Destinasi Internasional

IOITE 2026 menghadirkan beragam kategori penyedia kebutuhan kegiatan korporat secara komprehensif. Untuk kebutuhan akomodasi dan lokasi acara, pengunjung dapat menemukan berbagai hotel, resort, dan venue terkemuka dari berbagai wilayah di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Kemen PU Bangun 9 Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Kemen PU Bangun 9 Sekolah R...
Luar Negeri
Sekjen Desak Pengaturan “...
Advertisement
Fenomena "Sound Horeg" Seniman Jatim Akui Sekarang Sudah Kelewat Batas!

Fenomena "Sound Horeg" Seniman Jatim Akui Sekarang Sudah Kelewat Batas!

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.