Zverev Lolos Susah Payah, Halys Menanti

Kamis, 03 Sep 2026, 06:48 WIB

NEW YORK – Petenis Jer­man Alexander Zverev harus melewati ujian berat untuk mengamankan ­babak kedua US Open 2026. Unggulan pertama itu nyaris tersingkir. Beruntung, akhirnya mampu menundukkan petenis Italia Lorenzo Sonego dalam pertarungan lima set hingga Rabu dini hari.

Zverev menang 6-4, 3-6, 6-7 (7-9), 7-5, 6-4 dalam laga sengit selama 4 jam 53 menit di Arthur Ashe Stadium. Pertandingan baru berakhir pukul 01.55 waktu setempat. Di babak kedua, juara Prancis Open 2026 itu akan menghadapi petenis Prancis Quentin Halys.

Ket. Foto: Petenis Jerman Alexander Zverev mengembalikan bola kepada petenis Italia Lorenzo Sonego di pertandingan turnamen tenis US Open di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York City, pada dini hari tanggal 2 September 2026. — Sumber: CHARLY TRIBALLEAU / AFP

Kemenangan atas Sonego menjadi penyelamat bagi Zverev yang datang ke New York dengan status berbeda. Untuk pertama dia tampil di US Open sebagai juara Grand Slam setelah ­merebut Prancis Open Juni lalu. Absennya petenis nomor satu dunia Jannik ­Sinner dan kondisi juara bertahan ­Carlos Alcaraz yang baru pulih cedera, membuat Zverev dipandang sebagai salah satu kandidat terkuat juara di Flushing Meadows.

Namun, Sonego hampir merusak ambisi tersebut. Zverev sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup baik. Dia merebut set pertama meski hanya mampu mengonversi satu dari tujuh peluang break. ­Sonego, petenis peringkat ke-89 dunia, kemudian bangkit pada set kedua. Ia melakukan break lebih awal, mengambil alih momentum, lalu menutup set dengan servis tanpa ­kehilangan poin yang diakhiri ace.

Persaingan semakin ke­tat pada set ketiga. Kedua pemain saling berbalas pukulan keras, menghadirkan reli-reli panjang, winner dari sudut yang sulit dipercaya, sekaligus sejumlah kesalahan tak terduga. Set tersebut akhirnya ditentukan melalui tie-break. Di momen krusial itu, sebuah double fault dari Zverev menjadi keuntungan besar bagi Sonego. Petenis Italia tersebut merebut set ketiga dan berbalik unggul 2-1.

Tekanan semakin besar bagi Zverev ketika memasuki set keempat. Setelah kedua pemain saling melakukan break, Zverev berada hanya dua poin dari kekalahan saat tertinggal 4-5. Tetapi pengalaman berbicara. Dia mampu ­mempertahankan servis pada situasi genting sebelum mematahkan servis Sonego pada gim berikutnya untuk memaksakan set penentuan.

Di set kelima, tenaga Sonego mulai terkuras. Zverev memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan satu break yang menjadi pembeda. Dia mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir dan menghindari kejutan besar yang bisa membuatnya menjadi unggulan teratas pertama yang tersingkir di babak pertama Grand Slam sejak Lleyton Hewitt di Wimbledon 2003.

“Saya hanya senang bisa menang, itu saja. Ini pertarungan yang luar biasa,” kata Zverev. Ini adalah pertandingan babak pertama Grand Slam terpanjang yang pernah dijalani. Hampir lima jam, dengan banyak pasang surut. Menurut Zverev, kemenangan tersebut justru bisa menjadi modal penting. ben/AFP/G-1

  • US Open 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.