Amorim Belajar dari Kegagalan di MU, Kini Lebih Banyak Taktik Bersama AC Milan
Selasa, 22 Sep 2026, 00:20 WIBMILAN â Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, menegaskan dirinya belajar dari kegagalan di Manchester United. Pengalaman tersebut membuatnya lebih terbuka dalam menerapkan pendekatan taktik setelah Milan menang 3-0 atas Lecce dalam lanjutan Serie A.
Amorim mengatakan kemenangan tersebut diraih setelah ia memberikan kebebasan lebih besar kepada para pemainnya di lapangan. Menurutnya, pendekatan yang lebih fleksibel membuat permainan Milan terlihat lebih baik.
Pelatih asal Portugal berusia 41 tahun itu sebelumnya dikenal sangat konsisten menggunakan formasi tiga bek ketika menangani Manchester United. Dari 47 pertandingan Premier League yang dipimpinnya, Amorim menggunakan sistem tiga bek dalam 45 laga.
Namun, hasil yang diraih tidak sesuai harapan. Ia hanya membawa Manchester United meraih 15 kemenangan dari 47 pertandingan tersebut.
Puncaknya terjadi pada musim 2024-25 ketika United finis di posisi ke-15 klasemen Premier League, yang menjadi pencapaian terburuk klub sepanjang sejarah kompetisi tersebut.
Belajar dari Pengalaman di Manchester
Kekakuan Amorim dalam mempertahankan sistem permainan sempat menuai frustrasi dari pendukung maupun sejumlah mantan pemain Manchester United. Ia memang sempat beralih menggunakan empat bek menjelang akhir masa kerjanya, tetapi perubahan tersebut tidak mampu membalikkan keadaan.
Amorim akhirnya kehilangan pekerjaannya di Manchester United pada Januari.
Kini, ia berusaha mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut bersama Milan. Kemenangan atas Lecce mengakhiri rentetan tiga pertandingan tanpa kemenangan bagi Rossoneri.
Berbicara kepada DAZN, Amorim mengakui bahwa dirinya melihat kembali persoalan yang pernah dialaminya di Manchester United.
"Kami mengalami kesulitan dalam beberapa pertandingan terakhir karena struktur permainan terlalu kaku dalam menentukan posisi. Namun, para pemain memiliki sedikit lebih banyak kebebasan dan mereka bermain lebih baik dengan kebebasan tersebut," kata Amorim.
"Apa yang saya rasakan dalam beberapa pertandingan terakhir sama dengan apa yang saya rasakan di Manchester United, dan saya tidak boleh melakukan kesalahan yang sama."
Amorim menyadari bahwa tidak semua pemain memiliki karakteristik yang sesuai dengan satu sistem permainan tertentu. Karena itu, ia menilai pelatih harus mampu beradaptasi dengan materi pemain yang tersedia.
"Kadang-kadang kami tidak memiliki karakteristik pemain yang tepat untuk bermain dengan cara tersebut. Jika memang tidak memilikinya, kami harus beradaptasi," ujarnya.
Amorim menegaskan kemenangan atas Lecce menjadi bukti bahwa fleksibilitas dapat memberikan hasil positif. Namun, ia tidak menutup kemungkinan kembali menggunakan sistem tiga bek dalam pertandingan berikutnya.
"Saya pikir hari ini cara tersebut berhasil. Dalam pertandingan lain, kami bisa kembali membangun permainan dengan tiga bek. Yang terpenting adalah memiliki cara bermain yang berbeda," tutur Amorim.
Pernyataan tersebut menunjukkan perubahan pendekatan Amorim di Milan. Ia tidak ingin terjebak pada satu sistem secara terus-menerus dan memilih menyesuaikan taktik dengan situasi pertandingan serta karakteristik pemain.
Milan selanjutnya akan menghadapi Sassuolo pada 11 Oktober. Laga tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi Amorim untuk menguji fleksibilitas taktiknya setelah kemenangan penting atas Lecce.
- Ruben Amorim
- AC Milan
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Jangan Lewatkan! Karya Seniman Nasirun Akan Dipamerkan di Galeri Nasional
-
Veda Ega Turun Satu Tingkat ke Posisi Tujuh Klasemen Moto3 GP Aragon
-
Surplus Beras 3,67 Juta Ton, Mengapa Harga di Daerah Terpencil Masih Mahal?
-
Hasil Liga Europa: AC Milan Dipermalukan Benfica 0-2 di San Siro
-
Kirab Bendera Merah Putih 2.026 Meter Digelar di Kaltara, Libatkan 1.000 Peserta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.