Tiang Ayu Berdiri, Erau Adat Kutai Dimulai
📅 Senin, 21 Sep 2026, 13:23 WIB | Oleh: Sujar"Kebudayaan Kutai Kartanegara tidak hanya memiliki daya tarik lokal, tetapi juga menjadi barometer kebudayaan nasional," kata Bupati Aulia.
Ia mengundang masyarakat dari berbagai daerah, mulai dari pelosok desa dan kota-kota besar di Nusantara hingga wisatawan dari luar negeri, untuk datang ke Tenggarong, Kota Raja.
Tenggarong di tepian Sungai Mahakam menjadi tempat sejarah, adat, agama, dan kebudayaan hidup berdampingan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Kebersamaan
Kehangatan terasa setelah rangkaian pembukaan usai. Bupati Aulia Rahman Basri bersama istrinya menyambut para tamu di Pendopo Odah Etam untuk makan siang bersama.
Hadir dalam acara tersebut Dwi Marhen Yono dari Kementerian Pariwisata, Putra Mahkota Kesultanan Gowa Adi Muhammad Imam Daeng Situju, pejabat kepolisian dan TNI setempat, serta para kepala dinas dan undangan lain.
Suasana berlangsung hangat, diwarnai senyum, tawa, dan percakapan. Para tamu duduk bersama, tak ada sekat yang membatasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat maupun di antara kesultanan.
Makan bersama tersebut menjadi bagian dari acara "Raja Menjamu Rakyatnya" sekaligus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi.
"Erau bukan hanya kegiatan adat dan budaya, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi, memperkenalkan kekayaan budaya Kutai, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan seluruh masyarakat," kata Aulia.
Menurut sang bupati, kehadiran wakil Kementerian Pariwisata menjadi tanda perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian budaya daerah.
Dwi Marhen Yono menyampaikan bahwa wisatawan datang ke Indonesia bukan semata-mata karena pantai atau pemandangan alam, tetapi juga karena kekayaan budayanya. Menurut dia, Erau merupakan salah satu kekayaan budaya yang dapat menjadi daya tarik wisata.
Di tengah keakraban itu, bupati dan istrinya turut menyanyikan lagu untuk menghibur para tamu.
Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada Dwi Marhen Yono dan Putra Mahkota Gowa sebagai tanda persahabatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!