RI Dorong ASEAN Tancap Gas Bangun Ekosistem Semikonduktor
Senin, 21 Sep 2026, 17:30 WIBJAKARTA â Industri semikonduktor menjadi salah satu sektor strategis di tengah meningkatnya kebutuhan teknologi dan persaingan rantai pasok global.
Penguatan ekosistemnya tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas produksi, tetapi juga membutuhkan ketersediaan talenta, riset dan pengembangan, bahan baku, teknologi, serta dukungan industri pendukung.
Jika ekosistem tersebut terintegrasi, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah industri sekaligus mengambil posisi lebih kuat dalam rantai pasok semikonduktor global.
Indonesia mendorong penguatan ekosistem industri semikonduktor di kawasan melalui penyusunan ASEAN Semiconductor Roadmap sebagai salah satu Capaian Prioritas Ekonomi ASEAN (Priority Economic Deliverables/ PED) di bawah Keketuaan Filipina.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan pengembangan ASEAN Semiconductor Roadmap menjadi upaya penting untuk memperkuat ekosistem semikonduktor ASEAN sekaligus meningkatkan daya saing kawasan dalam rantai pasok global.
"Pengembangan peta jalan ini merupakan upaya memperkuat ekosistem semikonduktor ASEAN," ujar Roro dalam Pertemuan ke-58 Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) di Filipina, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (21/9).
Menurut Roro, Indonesia memiliki fondasi industri semikonduktor dalam rantai pasok global. Karena itu, Indonesia mendorong agar pengembangan ekosistem semikonduktor ASEAN dilakukan dengan memperkuat sejumlah aspek strategis.
Salah satunya, melalui pelibatan akademisi dalam riset semikonduktor. Selain itu, Indonesia menekankan pentingnya penguatan pilar rantai pasok dan infrastruktur mineral kritis yang dibutuhkan dalam pengembangan industri semikonduktor.
Indonesia juga mendorong penerapan prinsip komplementaritas investasi serta harmonisasi insentif di antara negara-negara ASEAN.
Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem industri yang saling melengkapi sekaligus mencegah terjadinya persaingan tidak sehat antarnegara di kawasan dalam menarik investasi semikonduktor.
"Indonesia juga menekankan pentingnya pelibatan akademisi dalam riset, penguatan pilar rantai pasok dan infrastruktur critical minerals, serta penerapan prinsip komplementaritas investasi dan harmonisasi insentif untuk mencegah persaingan tidak sehat di kawasan," kata Roro.
Dalam kesempatan yang sama, Roro menyampaikan Indonesia mengapresiasi kemajuan Capaian Prioritas Ekonomi ASEAN di bawah Keketuaan Filipina. Salah satu PED yang telah diselesaikan secara penuh adalah Driving Financial Health Forward: Unlocking the Next Frontier Financial Inclusion.
Sementara itu, ASEAN Semiconductor Roadmap masih menjadi salah satu PED yang dalam proses penyelesaian, bersama Cross-border Movement of Digital Workers dan ASEAN Centre of Excellence for MSMEs.
Penguatan ekosistem semikonduktor menjadi bagian dari upaya ASEAN membangun kawasan yang lebih tangguh dan berdaya saing di tengah ketidakpastian ekonomi global.
- Industri Semikonduktor
- ASEAN
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Warga Aceh Barat Diimbau Manfaatkan Diskon PBB 50%
-
Ketahanan Pangan Bisa Tekan Kriminalitas? Ini Kata Gubernur Jawa Barat
-
Jakarta Butuh Hub Logistik di Utara Jakarta
-
Kementerian UMKM Ubah Istilah ‘Pelaku’ Jadi ‘Pengusaha’, Ini Alasannya
-
Gubernur Aceh Muzakir Manaf Ajak Warga Rawat Perdamaian dengan Semangat Persaudaraan.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.