Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mau Tahu Bagaimana Jaga Kualitas Makanan Olahan, Seperti Ini Caranya

📅 Senin, 21 Sep 2026, 09:58 WIB | Oleh:
Mau Tahu Bagaimana Jaga Kualitas Makanan Olahan, Seperti Ini Caranya Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA – Industri makanan olahan seringkali mendapatkan banyak sorotan terkait aspek kualitas produk hingga dampak terhadap kesehatan. Namun yang seringkali luput adalah proses kontrol ketat (quality control / QC) yang dilakukan secara konsisten oleh produsen. Mulai dari pemilihan bahan baku hingga standar proses produksi untuk memastikan keamanan dan kesehatan makanan olahan untuk dikonsumsi.  

Secara sederhana, pengolahan pangan merupakan proses mengubah bahan pangan dari bentuk asalnya menjadi produk yang lebih aman, tahan disimpan, praktis dan atau siap untuk dikonsumsi. Proses termasuk memasak, pembekuan, fermentasi hingga melakukan pasteurisasi pada dasarnya merupakan bentuk pengolahan pangan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Oleh sebab itu, memahami sebuah produk pangan tidak cukup hanya dengan melihat apakah produk tersebut termasuk makanan olahan. Bahan baku yang digunakan hingga proses produksi, kandungan nutrisi, metode penyimpanan, hingga bagaimana produk tersebut dikonsumsi menjadi faktor yang juga perlu diperhatikan.

Dalam industri pangan modern, kualitas produk bahkan sudah dimulai jauh sebelum makanan sampai ke konsumen akhir. Bahan baku dipilih dan proses produksi menjadi bagian penting untuk menjaga keamanan sekaligus konsistensi kualitas makanan. Prinsip tersebut menjadi pendekatan utama yang diterapkan dalam produksi makanan konsumen.

Hal ini disampaikan langsung CEO Consumer Food Cimory Group, Axel Sutantio yang membawahi bisnis makanan konsumen termasuk sosis dengan merek Kanzler. 

“Bahan bakunya harus benar, kemudian prosesnya harus benar, baru bisa menghasilkan produk yang baik.” Ungkap Axel menjelaskan prinsip utama dalam produksi makanan olahan terutama sosis. 

Bagi Axel, titik awalnya adalah memastikan bahan baku yang digunakan sesuai dengan standar produk yang ingin dihasilkan. Dalam produk berbasis daging, misalnya, jenis dan kualitas daging menjadi salah satu aspek yang menentukan karakter produk akhir.

Ia menjelaskan bahwa daging yang digunakan untuk produksi sosis Kanzler merupakan 100% fillet ayam tanpa tulang dan kulit, bukan mechanically deboned meat (MDM).

“Untuk daging, kami benar-benar memakai 100% daging fillet, boneless, dan skinless,” katanya.

Setelah bahan baku, proses produksi menjadi tahapan berikutnya yang juga sangat penting. Menurutnya, perkembangan teknologi pangan memungkinkan produsen menjaga keamanan dan kualitas makanan melalui pengendalian suhu, proses pemasakan, pembekuan, serta penyimpanan yang semakin presisi.

Salah satu teknologi yang digunakan adalah individual quick freezing (IQF). Setelah matang, produk dibekukan dengan cepat sehingga suhu produk turun dalam waktu relatif singkat dibandingkan metode pembekuan konvensional.

Pembekuan cepat membantu produk melewati rentang suhu yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri dengan lebih cepat sehingga aspek higienis dan kesehatan tetap dipertahankan. 

Pada saat yang sama, proses pembekuan yang cepat menghasilkan kristal es berukuran lebih kecil sehingga dapat membantu menjaga karakteristik tekstur produk dibandingkan proses pembekuan yang berlangsung lebih lambat.

Teknologi seperti ini menunjukkan bahwa daya simpan suatu makanan tidak selalu bergantung pada satu pendekatan. Pengendalian suhu dan cold chain juga dapat memainkan peran penting dalam menjaga produk selama distribusi dan penyimpanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
  • Perkuat Kesiapan Awak Kapal, Kemenhub Gelar Workshop Safety Training untuk Hadapi Situasi Darurat
    Langkah sinergis Ditjen Hubla dan manajemen PT PELNI ...
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Jadwal Asian Games: Kontingen Merah Putih Bakal Tanding di 15 Cabor

Jadwal Asian Games: Kontingen Merah Putih Bakal Tanding di 15 Cabor

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.