Kopi Bandung Barat Bidik Pasar Dubai, Peluang Ekspor Mulai Dibuka
Senin, 21 Sep 2026, 17:20 WIBBANDUNG BARAT â Kopi Indonesia memiliki peluang pasar yang terus terbuka, baik di dalam negeri maupun mancanegara, seiring meningkatnya minat terhadap produk kopi berkualitas dan berciri khas daerah.
Namun, memperluas pasar tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi, karena pelaku usaha juga perlu memperkuat kualitas, branding, inovasi produk, serta akses ke jaringan pemasaran.
Upaya tersebut menjadi penting agar potensi kopi Indonesia tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan industri.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menjajaki peluang memperluas pasar kopi daerah tersebut ke Dubai, Uni Emirat Arab, setelah produk kopi Lembang sebelumnya berhasil menembus pasar Arab Saudi.
Ketua Kadin Kabupaten Bandung Barat, Syamsul Maarif, di Bandung Barat, Senin (21/9), mengatakan peluang tersebut menjadi salah satu potensi kerja sama yang dapat dikembangkan melalui pertemuan bisnis dengan delegasi Dubai.
"Saya perlu menyampaikan bahwa di Bandung Barat terdapat produk kopi yang memiliki kualitas baik. Kami telah mengekspor kopi ke Eropa, khususnya Jerman. Saya pikir Dubai juga memiliki pasar kopi," katanya.
Menurut dia, pengalaman menembus pasar internasional menunjukkan produk kopi Bandung Barat memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas, termasuk ke kawasan Timur Tengah yang memiliki pasar kopi.
Sebelumnya, kopi Arabika Gunung Tangkuban Parahu asal Kecamatan Lembang berhasil menembus pasar Arab Saudi melalui ekspor perdana empat ton green bean hasil fermentasi nanas dengan nilai transaksi sekitar Rp800 juta.
Manajer Tonas Kopi sekaligus petani milenial Dikdik Ramdaniansyah mengatakan ekspor tersebut diawali pengiriman lima sampel dengan metode pengolahan berbeda kepada pembeli di Riyadh, sebelum akhirnya fermentasi nanas dipilih.
Permintaan awal pembeli Arab Saudi mencapai 25 ton, namun Tonas Kopi baru mampu memenuhi pengiriman tahap pertama sebanyak empat ton karena keterbatasan kapasitas produksi dan bahan baku.
Saat ini, Tonas Kopi telah menyerap sekitar 50 ton kopi dari petani Desa Cibodas dan menargetkan peningkatan kapasitas produksi dua hingga tiga kali lipat dengan kebutuhan bahan baku lebih dari 100 ton.
Penguatan kapasitas petani sebelumnya juga mendapat dukungan Kementerian Ketenagakerjaan melalui pelatihan gratis bagi sekitar 50 hingga 100 pelaku usaha kopi Bandung Barat, mulai dari pembibitan, pengelolaan lahan, panen hingga pengolahan.
Ketua Kadin mengatakan penguatan produksi tersebut penting agar peluang pasar internasional dapat diikuti kemampuan pelaku usaha memenuhi kebutuhan pembeli.
"Setelah pertemuan ini, Bapak dan Ibu dapat melihat salah satu contoh kopi terbaik di Indonesia. Mungkin setelah ini kopi dari sini dapat dibawa ke Dubai," ujarnya.
Dengan pengalaman ekspor ke Arab Saudi dan Eropa serta penguatan kapasitas produksi, Kadin berharap pertemuan dengan delegasi Dubai dapat membuka akses pasar baru bagi kopi Bandung Barat.
- Kopi
- Bandung Barat
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pelayanan Imigrasi Kian Mudah, Gunungkidul Buka Gerai Paspor
-
PT KAI Berhasil Hemat Konsumsi Energi Operasional 15,39 Persen Sepanjang 2025
-
Harry Maguire Batal ke Inter Miami! Teken Kontrak Baru hingga 8 Musim di MU
-
DPRD DKI Jakarta Sebut Pajak Kendaraan Listrik Optimalkan PAD
-
Wagub Rano Karno Dukung Kinder Joy of Moving 2026, Ajak Anak Jakarta Aktif Berolahraga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.