Dukung Pembelajaran Kreatif, Oreo Berbagi Seru Hadir di Tujuh Provinsi
📅 Senin, 21 Sep 2026, 17:25 WIB | Oleh: Haryo Brono“Sebagai guru, terkadang kami terlalu fokus pada bagaimana menyampaikan seluruh materi kepada anak, padahal yang tidak kalah penting adalah bagaimana membuat mereka menikmati proses belajarnya,” ujar Evi.
Menurut dia, aktivitas dalam program tersebut memberikan inspirasi bahwa materi pembelajaran dapat dikemas dalam bentuk permainan sederhana dan interaktif.
“Saat anak merasa senang, mereka menjadi lebih aktif bertanya, lebih berani mencoba, dan lebih mudah terlibat dalam pembelajaran,” katanya.
Evi berharap pengalaman tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan setelah program selesai, terutama dalam kegiatan belajar sehari-hari di ruang kelas.
Peran Orang Tua dalam Pembelajaran di Rumah
Pelibatan orang tua menjadi bagian lain dari program tersebut. Siti Fatimah, salah seorang perwakilan orang tua siswa, mengatakan mendampingi anak belajar di rumah terkadang menjadi tantangan karena anak juga membutuhkan waktu untuk beristirahat dan bermain setelah mengikuti kegiatan sekolah.
“Setelah seharian belajar di sekolah, sampai rumah biasanya anak ingin beristirahat, bermain, atau menghabiskan waktu dengan gadget. Karena itu, mengajak mereka belajar di rumah kadang menjadi tantangan tersendiri,” ujar Siti.
Setelah mengikuti pelatihan, ia mengatakan memperoleh pemahaman bahwa kegiatan belajar tidak harus selalu dilakukan dengan cara formal, seperti meminta anak duduk dan membaca buku.
“Mendampingi anak belajar tidak selalu harus dilakukan dengan menyuruh mereka duduk dan membuka buku, tetapi dengan menciptakan momen-momen seru yang mengasah rasa ingin tahu mereka,” katanya.
Pendekatan tersebut menempatkan orang tua bukan hanya sebagai pihak yang membantu mengawasi tugas sekolah, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan belajar anak di rumah.
Menjangkau Tujuh Provinsi
Pelaksanaan di Langkat menjadi penutup perjalanan “Oreo Berbagi Seru” sepanjang 2026. Sebelum Sumatera Utara, program tersebut telah digelar di Banten, Jawa Barat, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan.
Dengan tujuh lokasi tersebut, program secara keseluruhan menjangkau lebih dari 7.000 anak. Selain kegiatan untuk siswa, program juga melibatkan guru, orang tua, dan komunitas untuk memperluas penerapan pendekatan pembelajaran berbasis aktivitas dan permainan.
Program ini juga melibatkan konsumen melalui mekanisme donasi dari sebagian keuntungan penjualan produk Oreo untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan.
Anggya mengatakan rangkaian di Langkat menjadi kesempatan untuk melihat kembali pelaksanaan program di berbagai daerah sepanjang 2026. Menurut dia, keterlibatan berbagai unsur pendidikan menunjukkan bahwa pengalaman belajar anak dapat dibangun melalui peran bersama.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!