Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Film Horor Indonesia Punya Daya Pikat Magis di Mata Dunia Internasional

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 05:23 WIB | Oleh:
Film Horor Indonesia Punya Daya Pikat Magis di Mata Dunia Internasional Doc: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Ket. Inisiator IHFFM Intan Kieflie (kanan) bersama Direktur IHFFM Iwan Wibisono (kiri) menyampaikan keterangan pada konferensi pers mengenai Indonesian Horror Film Festival Melbourne (IHFFM) di Jakarta, Kamis (17/9).

JAKARTA - Produser film sekaligus Festival Kurator Kraken Entertainment Australia Intan Kieflie mengemukakan bahwa film horor Indonesia memiliki daya tarik tersendiri di pasar film internasional.

"Mereka tuh banyak banget di market yang nanya, 'You are Indonesian, kenapa enggak ada yang bawa film horor Indonesia ke market?' Sementara peminatnya tuh banyak gitu," katanya dalam konferensi pers tentang Indonesian Horror Film Festival Melbourne (IHFFM) 2026 di Jakarta, Kamis (17/9).

Menurut dia, penonton internasional tertarik dengan film horor yang menyuguhkan cerita dan budaya khas Indonesia.

Oleh karena itu, menurut dia, penting bagi sineas lokal untuk memproduksi film horor yang ceritanya bisa dengan mudah dipahami oleh penonton di luar negeri.

"Kita siapkan untuk gimana caranya kita bikin film, tapi orang luar itu bisa memahami dengan gampang. Dan dari sinilah akhirnya kita menemukan banyak cara sebenarnya untuk memperkenalkan film-film Indonesia lainnya di luar," ia menjelaskan.

Dia mengatakan bahwa film-film horor Indonesia umumnya mendapat respons baik dari penonton di luar negeri.

Intan menyebut "Kuyang" sebagai contoh film horor yang diminati penonton, antara lain karena menampilkan budaya dan mitologi di Kalimantan.

Menurut Intan, promosi film horor Indonesia di pasar internasional belum memadai. Kebanyakan masih mengandalkan upaya promosi dari distributor film.

Dengan upaya promosi yang memadai, ia mengatakan, film horor Indonesia akan bisa menemukan penontonnya.

"Semua film itu bisa box office, asal kita bisa menemukan penonton yang pas aja," kata Intan.

"Enggak ada film yang bagus atau film yang jelek, yang ada itu film yang bisa mencapai penontonnya sehingga akan menghasilkan uang," ia menambahkan.

Dia berharap penyelenggaraan IHFFM 2026 dapat mendorong para pembuat film horor Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dalam mempromosikan dan memasarkan film mereka ke pasar internasional.

"Saya berharap dengan adanya ini ke depannya itu akan banyak produser-produser yang lebih terbuka untuk, oke, let's do it. Mari kita perkenalkan horor Indonesia sama-sama," katanya.

IHFFM 2026 akan dilaksanakan di Capitol Theatre, Australia, pada 3 Oktober 2026 untuk memperkenalkan budaya, cerita, dan mitologi Indonesia melalui film horor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Daerah
Adu Kreatif Kuliner Indones...
Olahraga
Persib Bandung Tumbangkan P...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.