Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terjawab! Ini Alasan Sleman Dukung Penataan Tanah Kasultanan

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 00:02 WIB | Oleh:
Terjawab! Ini Alasan Sleman Dukung Penataan Tanah Kasultanan Doc: Antara foto/HO Prokopim Sleman
Ket. Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Datu Dana Suyasa Keraton Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi.

SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendukung penataan dan tertib administrasi pemanfaatan tanah Kasultanan (Sultanaat Grond) guna memberikan kepastian hukum dan hak pemanfaatan bagi masyarakat setempat.

​Komitmen tersebut ditandai dengan penyerahan Serat Kekancingan yang diawali Serat Palilah kepada 83 warga Padukuhan Sengir wilayah relokasi terdampak Gempa Yogyakarta 2006, serta Pemerintah Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman, Selasa.

​"Penyerahan Serat Kekancingan merupakan bagian dari komitmen Keraton Yogyakarta dalam menata administrasi pertanahan sekaligus memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi masyarakat yang memanfaatkan tanah kagungan dalem," kata Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Datu Dana Suyasa Keraton Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi, di Balai Kalurahan Sumberharjo, Sleman, Selasa.

Dalam kesempatan itu, GKR Mangkubumi turut memberikan edukasi mengenai silsilah dan latar belakang munculnya kebijakan Serat Kekancingan.

Ia mengimbau warga agar menyimpan dan merawat dokumen legal tersebut dengan baik.

​"Semoga tanah tersebut bisa terjaga sampai 1.000 tahun ke depan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya agar anak cucu kita bisa merasakan kenyamanan," katanya.

​Bupati Sleman Harda Kiswaya yang hadir mendampingi penyerahan dokumen mengajak masyarakat untuk memanfaatkan tanah tersebut secara optimal dan bertanggung jawab sesuai aturan yang berlaku.

​"Saya berpesan kepada seluruh warga Padukuhan Sengir, mari kita jaga amanah ini dan manfaatkan tanah sebaik-baiknya, rawat lingkungan, dan bangun kehidupan yang bahagia," kata Harda.

​Guna mendukung percepatan pemetaan serta sinkronisasi data tanah Kasultanan di wilayah Sleman, Keraton Yogyakarta dan Pemkab Sleman terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, perangkat daerah terkait, hingga tingkat kalurahan dan padukuhan.

"Kami juga mengimbau ​untuk mengurus kelengkapan administrasi pertanahan secara mandiri dan langsung ke kantor Panitikismo tanpa menggunakan jasa perantara guna mencegah potensi penipuan yang mengatasnamakan Keraton Yogyakarta," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.