Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bulog Indramayu Tak Mau Kehilangan Momentum, Penyerapan Panen Dikebut hingga Akhir 2026

27 Rabu, 16 Sep 2026, 00:03 WIB | Oleh:
Bulog Indramayu Tak Mau Kehilangan Momentum, Penyerapan Panen Dikebut hingga Akhir 2026 Bulog Indramayu Tak Mau Kehilangan Momentum, Penyerapan Panen Dikebut hingga Akhir 2026 Doc: Antara foto
Ket. Pimpinan Cabang Perum Bulog Indramayu Apip Wijaya memaparkan capaian realisasi serapan hasil panen di Indramayu, Jawa Barat, Selasa (15/9).

INDRAMAYU - Perum Bulog Cabang Indramayu, Jawa Barat, tetap mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani hingga akhir 2026, meski realisasinya telah melampaui target sebesar 174 ribu ton setara beras.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Indramayu Apip Wijaya di Indramayu, Selasa, mengatakan realisasi penyerapan saat ini telah mencapai 178 ribu ton setara beras atau melampaui target yang ditetapkan.

"Target tahun 2026 sebesar 174 ribu ton setara beras, sudah tercapai 178 ribu ton atau 102 persen dari target. Kami tetap optimalkan penyerapan sampai akhir tahun," katanya.

Menurut dia, penyerapan tetap dilakukan selama panen masih berlangsung dan mitra penggilingan siap melakukan pengadaan untuk memasok beras ke Bulog.

Apip mengatakan kondisi harga gabah yang berada di atas patokan Rp6.500 per kilogram, menjadi tantangan dalam pelaksanaan pengadaan saat ini.

"Sebetulnya tidak ada kendala, hanya harga saja karena harga sekarang berada di atas Rp6.500," ujarnya.

Ia menuturkan Bulog optimistia panen di sejumlah kecamatan dapat menambah pasokan, sekaligus membantu membuat harga bahan baku kembali stabil.

"Kami berharap dengan adanya panen di beberapa kecamatan, harga bahan baku sudah mulai stabil, sehingga kami bisa menyerap kembali," katanya.

Sementara itu, Ketua DPC Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten Indramayu Oktavian Gatra Barbehen Sagala mengatakan harga gabah di lapangan kini mencapai Rp8.800 hingga Rp9.200 per kilogram.

Ia menyebutkan kenaikan harga tersebut membuat biaya bahan baku penggilingan meningkat, sementara harga beras hasil olahan masih dibatasi harga eceran tertinggi (HET) hingga Rp14.900 per kilogram untuk beras premium.

Ia menilai harga gabah sekitar Rp7.000 per kilogram lebih ideal karena memberikan ruang bagi petani, memperoleh harga yang baik sekaligus menjaga keberlangsungan usaha penggilingan.

Gatra mengatakan kenaikan harga turut dipengaruhi musim kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air untuk pertanian.

"Untuk harga bahan baku sekitar Rp7.000 itu masuk untuk menyejahterakan para petani dan para penggiling juga," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Advertisement
Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.