Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Awas Tiket Palsu Mandalika, Polda NTB Terjunkan Timsus Ditreskrimum Sikat Pembajak MotoGP

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 02:50 WIB | Oleh:
Awas Tiket Palsu Mandalika, Polda NTB Terjunkan Timsus Ditreskrimum Sikat Pembajak MotoGP Doc: ANTARA/Nur Imansyah
Ket. Waka Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Polisi Hari Nugroho (kiri) didampingi Gubernir NTB Lalu Muhamad Iqbal (tengah) Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika), Troy Reza Warokka (kanan) memberikan keterangan pers usai Rapat Persiapan MotoGP di Mataram, Senin (14/9).

MATARAM - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) membentuk tim khusus dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) untuk mengantisipasi serta menindak peredaran stiker dan tiket palsu MotoGP Mandalika 2026.

Wakapolda NTB Brigjen Pol Hari Nugroho menegaskan, pengerahan timsus ini dibekali sampel fisik pembanding resmi dari pihak penyelenggara serta ditopang oleh 2.697 personel pengamanan guna memastikan keandalan pemeriksaan di lapangan pada ajang balap 9–11 Oktober mendatang.

"Terkait dengan stiker dan tiket palsu. Tahun lalu kita tidak punya pembanding. Kita sudah minta ke penyelenggara bisa memberikan contoh seperti, sehingga ketika ada masalah yang menggunakan selain dari itu kita dengan kuat bisa menertibkan di lapangan," tegas Wakapolda NTB pada wartawan usai Rapat Persiapan MotoGP di Mataram, Senin (14/9).

Ia mengatakan untuk tim yang menangani peredaran tiket palsu ini nantinya dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) yang dibentuk untuk mengantisipasi dan menangani permasalahan tiket palsu selama rangkaian kegiatan.

"Dengan adanya pembanding resmi, petugas dapat langsung menertibkan penggunaan tiket palsu," ujarnya.

Terkait pola pengamanan, Brigjen Hari mengatakan operasi akan dibagi menjadi tiga fase. Operasi awal pra-event melibatkan 1.350 personel, jumlah ini meningkat menjadi 2.697 personel pada hari utama pelaksanaan, dan 840 personel disiagakan saat fase kepulangan.

Untuk pengamanan VVIP, Korem ditetapkan sebagai penanggung jawab utama yang akan bersinergi dengan MotoGP dan unsur pengamanan presiden lainnya. Kehadiran R1 masih menunggu konfirmasi resmi dari penyelenggara.

"Kesiapan hampir selesai. Kita tinggal menunggu konfirmasi dari penyelenggara terkait ada tidaknya kegiatan tambahan yang menyertai. Ini akan mempengaruhi jumlah personel," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
Pemulihan Fasilitas Pendidi...

Trump Tuding Zelenskyy Tak Ingin Akhiri Perang

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Trump Tuding Zelenskyy Tak ...
Luar Negeri
Filipina Panggil Dubes Tion...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.