Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Reverifikasi Jangan Hentikan KJP di Tengah Jalan

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 03:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Reverifikasi Jangan Hentikan KJP di Tengah Jalan Doc: ANTARA/Sulthony Hasanuddin

JAKARTA- Jangan terjadi penghentian bantuan di tengah tahun pelajaran yang masih belajar, meski ada verifikasi ulang para penerima kartu Jakarta Pintar (KJP). Saat ini ada sekitar 28.000 yang direverifikasi. “Reverifikasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” tutur Ketua Komisi E DPRD Jakarta, M Subki, Kamis.

Menurutnya, saat ini Dinas Pendidikan Jakarta tengah melakukan ground checking terhadap data penerima KJP. Ini untuk mengecek ulang penerima KJP.Dia mengingatkan, bisa terjadi yang tadinya memperoleh KJP , tapi ternyata tidak berhak. Atau yang mestinya berhak, malah tidak mendapat KJP.

Total penerima KJP lebih dari 700.000, sekitar 28.000 di antaranya tengah diverifikasi ulang. Pengecekan ditargetkan rampung akhir tahun. Para penerima mesti tidak memiliki kendaraan roda empat, bukan anggota keluarga ASN, memiliki nilai PBB wajar, serta terdaftar dalam data kesejahteraan.

Meski demikian, Subki menegaskan, proses pemutakhiran data tidak boleh membuat bantuan dihentikan di tengah tahun, terutama akibat perubahan atau penyesuaian desil. “Kita minta jangan ada pemutusan di tengah jalan. Jadi kalaupun mereka memang ternyata tidak berhak, itu ditentukan nanti pada akhir tahun pelajaran,” tegasnya.

Menurutnya, penghentian bantuan bagi penerima yang tidak lagi memenuhi kriteria sebaiknya dilakukan saat memasuki tahun ajaran baru. Tujuannya agar proses belajar siswa tidak terganggu dan perencanaan anggaran tidak berubah di tengah tahun.

“Sebab kalau di tengah jalan dihentikan, bisa kacau nanti. Anggarannya juga bisa kacau karena jumlahnya sudah dihitung,” ucapnya. Dia juga mendesak Pemprov memperkuat sosialisasi terkait perubahan data desil agar warga tidak kaget ketika terjadi perubahan status penerima bantuan.

Dia usul agar sosialisasinya massif dan efektif. Jangan sampai warga kaget, bila semula mendapat KJP, kini tidak lagi. Akhirnya jadi kaget. “Makanya, sangat perlu sosialisasi hasil verifikasi ulang,” katanya.

Selain itu, Subki menekankan, kondisi sosial dan ekonomi Jakarta menjadi pertimbangan dalam penentuan penerima bantuan. Ia menilai, standar nasional belum tentu menggambarkan kemampuan ekonomi warga Jakarta secara utuh.

Dalam gagasannya, mestinya Pemprov Jakarta memiliki data sendiri, supaya standarnya berbeda. Dia memberi contoh, tinggal di Jakarta dengan gaji Rp4 juta atau Rp5 juta, belum tentu cukup. Apalagi kalau anaknya banyak. Wid/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemensos: Pemerintah akan Perluas Registrasi Bansos

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemensos: Pemerintah akan P...

BMKG: Musim Hujan di Banten Mulai November

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG: Musim Hujan di Banten...
Daerah
Dishub Bandung Prihatin ata...
Daerah
HUT Jatim, Pemprov Bebaskan...
Advertisement
Presiden Prabowo Bakal Reshuffle Kabinet Besar-besaran

Presiden Prabowo Bakal Reshuffle Kabinet Besar-besaran

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.