Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mensos akan Genjot Penguatan SDM dan Tata Kelola Sekolah Rakyat

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 01:10 WIB | Oleh:
Mensos akan Genjot Penguatan SDM dan Tata Kelola Sekolah Rakyat Doc: RRI/Saadatuddaraen
Ket. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf

TANGERANG - Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, akan terus melakukan penguatan dibidang Sumber Daya Masyarakat (SDM) dan tata kelola Sekolah Rakyat. Tujuannya agar penyelenggaraan sesuai prosedur dan ketentuan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

Hal tersebut dikatakan Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf usai membuka kegiatan Monitoring, Evaluasi Kinerja Sekolah Rakyat Bagi Aplikator di Tangerang. Acara tersebut melibatkan tenaga pendidik, administrasi serta siswa-siswi Sekolah Rakyat.

"Dimana terus-menerus kita lakukan penguatan di bidang SDM, penguatan dibidang tata kelola agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat sesuai dengan arahan Bapak Presiden. Sesuai dengan seluruh prosedur, ketentuan dan hal-hal pokok yang menjadi bagian dari penyelenggaraan Sekolah Rakyat," ujar Gus Ipul, Kamis (10/9).

Gus Ipul mengatakan ini adalah upaya pelatihan terus-menerus secara berkelanjutan, bergantian untuk seluruh SDM Sekolah Rakyat. Khusus hari ini adalah untuk penguatan tata kelola di bidang pengawasan, monitoring, evaluasi dan juga pencegahan terhadap terjadinya kekerasan fisik atau kekerasan seksual, perundungan, maupun intoleransi.

"Saya kira itu hal yang penting dari pelatihan hari ini. Kita sudah punya prosedur, kita punya mekanisme, kita punya tahapan-tahapan mitigasi yang kita harapkan ini menjadi pedoman bagi kepala sekolah dan seluruh tenaga kependidikan disana," ucap dia.

Di samping juga, sambung Gus Ipul, pihaknya memanfaatkan teknologi untuk melakukan pengawasan. "Jadi di lingkungan Sekolah Rakyat dilengkapi dengan CCTV di beberapa titik untuk mengetahui aktivitas yang ada di sana, baik itu aktivitas guru, wali asrama, wali asuh, atau juga dari siswa, ya," kata dia.

Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman Taufik, menambahkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi mengenai Sekolah Rakyat mendorong Kemensos memperkuat tata kelola komunikasi publik. Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan masuk melalui media sosial Kemensos.

"Aduan itu dengan pertanyaan terbanyak berkaitan dengan lokasi, jadwal dan ketersediaan Sekolah Rakyat. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif, red)," ujar dia.

Mekanisme ini, lanjutnya, dirancang untuk memastikan informasi mengenai Sekolah Rakyat bersumber dari data yang valid. Digunakan secara konsisten oleh seluruh unit, serta mampu merespons perkembangan isu secara cepat dan terukur.

Taufik menyatakan LENSA SR diharapkan dapat mengintegrasikan informasi mengenai Sekolah Rakyat dari tingkat pusat hingga daerah. “Sehingga masyarakat mudah mendapatkan informasi yang valid, cepat dan terhindar dari narasi hoax di media sosial,” kata Fatkhurohman. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.