Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kejam! 3 ASN Ditembak Mati KKB Saat Antar Bantuan Pangan, KemenHAM Buka Suara

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 02:11 WIB | Oleh:
Kejam! 3 ASN Ditembak Mati KKB Saat Antar Bantuan Pangan, KemenHAM Buka Suara Doc: ANTARA/HO-Kementerian HAM
Ket. Juru Bicara KemenHAM RI Thomas Harming Suwarta.

JAKARTA - Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) RI mengecam keras aksi penembakan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Papua Pegunungan, Kamis (10/9).

Juru Bicara KemenHAM RI Thomas Harming Suwarta mengatakan tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan prinsip penghormatan serta pelindungan hak asasi manusia.

“KemenHAM RI mengecam keras penembakan tiga warga sipil di Jayawijaya ini. Pembunuhan ini sangat keji, terhadap warga sipil yang sedang mencari penghidupan atau nafkah di Papua. Kami juga meminta agar pelaku diusut tuntas dan dihukum,” kata Thomas dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Penembakan tersebut terjadi pada Rabu (9/9) di wilayah Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Ketiga korban dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Aparat masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk memastikan kelompok yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Thomas mengatakan KemenHAM tidak memiliki kompetensi untuk menilai narasi yang beredar dari kelompok KKB yang menyebut korban merupakan agen intelijen.

“Kami pun tidak paham apakah mereka agen intelijen atau tidak sebagaimana narasi beredar dari kelompok KKB, tapi yang pasti mereka adalah warga sipil yang sedang mencari penghidupan di Papua. Pembunuhan terhadap warga sipil ini tidak bisa dibenarkan,” ujar dia.

KemenHAM meminta seluruh pihak yang terlibat dalam konflik di Papua menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi.

“Konflik ini tidak boleh mengorbankan warga sipil, serta meminta para pihak untuk sama-sama menahan diri,” kata Thomas.

KemenHAM menegaskan keselamatan dan penghormatan terhadap hak warga sipil harus menjadi perhatian bersama dalam setiap situasi kekerasan.

Kementerian tersebut mendorong seluruh pihak mengutamakan langkah yang dapat menjaga keselamatan masyarakat dan mencegah jatuhnya korban berikutnya.

Selain itu, penyelesaian persoalan perlu ditempuh melalui mekanisme hukum yang berlaku dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Sebelumnya, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol. Faizal Ramadhani mengatakan hasil penyelidikan sementara menduga pelaku penembakan berasal dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama.

Namun, aparat masih mendalami identitas pelaku yang terlibat dalam penembakan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.