Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Belajar Teknologi Perumahan dari Tiongkok, Apa yang Bakal Berubah?

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 07:37 WIB | Oleh:
Indonesia Belajar Teknologi Perumahan dari Tiongkok, Apa yang Bakal Berubah? Doc: Antara foto/HO Kementerian PKP
Ket. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Tiongkok siap memperkuat kerja sama teknologi di bidang perumahan untuk mendukung penyediaan hunian yang aman, layak, dan terjangkau bagi masyarakat.

JAKARTA - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Tiongkok siap memperkuat kerja sama teknologi di bidang perumahan untuk mendukung penyediaan hunian yang aman, layak dan terjangkau bagi masyarakat.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, kerja sama dengan Tiongkok akan dibangun berdasarkan prinsip saling percaya, saling menguntungkan, serta memberikan dampak positif bagi kedua negara.

“Ini kita tindak lanjuti pertemuan sekitar dua bulan lalu. Kita membicarakan kerja sama di bidang perumahan dengan prinsip saling percaya, saling menguntungkan dan memberikan dampak positif bagi kedua negara,” ujar Maruarar atau disapa Ara dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Dirinya menegaskan, sebelum menentukan teknologi yang akan digunakan, pihak Tiongkok terlebih dahulu akan mempelajari kondisi lahan dan regulasi yang berlaku di Indonesia. Setelah itu, teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan pembangunan akan ditentukan bersama. “Sesudah pihak Tiongkok mempelajari lahan dan regulasi, baru kita tentukan teknologi apa yang cocok,” katanya.

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian Indonesia. Kementerian PKP mendorong agar pengembangan perumahan turut memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta melibatkan produk dan tenaga kerja Indonesia.

“Kalau ada produk-produk dari Indonesia yang sesuai dengan kualifikasi, akan didahulukan produk Indonesia. Begitu juga dengan tenaga kerja,” ujar Ara.

Dia berharap hubungan baik antara Indonesia dan Tiongkok yang telah terjalin selama ini dapat terus dilanjutkan melalui kerja sama konkret di bidang perumahan. Dengan adanya kerja sama tersebut, pengembangan teknologi dan pengalaman dari kedua negara diharapkan dapat mendukung penyediaan hunian yang aman, layak, dan terjangkau bagi masyarakat.

Menteri PKP Maruarar Sirait bertemu dengan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia Wang Lutong. Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut kerja sama di bidang perumahan antara Kementerian PKP dan Kementerian Perumahan RRT.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan kedua pihak sekitar dua bulan sebelumnya. Kedua pihak membahas sejumlah peluang kerja sama, khususnya dalam pengembangan teknologi pembangunan rumah susun di kawasan padat penduduk yang aman dan terjangkau.

Salah satu fokus kerja sama yang dibahas adalah pemanfaatan dan alih teknologi untuk pembangunan rumah susun di kawasan padat. Teknologi tersebut nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di Indonesia, sehingga pembangunan hunian dapat dilakukan secara aman, efisien, dan terjangkau bagi masyarakat.

Untuk mempercepat pembahasan, kedua pihak sepakat membentuk tim bersama yang akan membahas berbagai aspek kerja sama, mulai dari regulasi, lahan, teknologi, hingga skema pelaksanaan pembangunan. Tim tersebut akan melibatkan jajaran Kementerian PKP, antara lain Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Resiko Roberia, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati, serta Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.

Tim bersama tersebut selanjutnya akan melakukan pembahasan lebih lanjut dan melakukan survei terhadap lokasi lahan yang berpotensi untuk dikembangkan. Hasil kerja tim akan dilaporkan kepada Menteri PKP dan Duta Besar RRT pada akhir September 2026.

Sementara itu, Duta Besar RRT untuk Indonesia Wang Lutong menyampaikan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang perumahan. Salah satu bentuk kerja sama yang akan didorong adalah pertukaran pengalaman dan teknologi dalam pengelolaan serta pembangunan perumahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Regulator AS Selidiki Anthr...
Olahraga
Emas..emas..emas, Ashrifah ...
Advertisement
Emas..emas..emas, Ashrifah Jadi Srikandi Asia Raih Medali Emas Panahan

Emas..emas..emas, Ashrifah Jadi Srikandi Asia Raih Medali Emas Panahan

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.