Toto Wolff: Generasi Kimi Antonelli Lebih Siap Menuju Kesuksesan di Formula 1
📅 Kamis, 10 Sep 2026, 00:35 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraKemenangan tersebut mengingatkan pada aksi comeback legendaris para pembalap masa lalu. Tidak mengherankan jika Antonelli langsung dibandingkan dengan sejumlah nama besar Formula 1, termasuk legenda Ferrari, Ayrton Senna.
Kesuksesan itu juga memicu euforia luar biasa di Italia, meski Ferrari justru menjalani akhir pekan yang mengecewakan.
Selama puluhan tahun, Ferrari menjadi magnet utama bagi penggemar Italia. Dukungan terhadap tim nasional mereka di Formula 1 bahkan semakin kuat ketika Ferrari memiliki pembalap seperti Michael Schumacher, yang mempersembahkan tujuh gelar dunia dengan seragam merah.
Kini, Antonelli membuka kemungkinan lahirnya era baru.
Jika mampu menjadi juara dunia, pembalap Italia tersebut akan menciptakan sejarah yang belum pernah disaksikan sebagian besar penonton Monza saat ini. Italia terakhir kali memiliki juara dunia Formula 1 pada 1953.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni turut mengirimkan ucapan selamat. Sementara itu, media olahraga Gazzetta dello Sport mendedikasikan 15 halaman pertama untuk keberhasilan Antonelli.
Wajah Antonelli pun menghiasi berbagai pemberitaan di Italia. Salah satu gambar yang paling mencuri perhatian memperlihatkan dirinya menikmati spaghetti dari mangkuk trofi perak kemenangan.
Namun, Antonelli tetap punya standar tersendiri. Ia bahkan mengaku spaghetti tersebut masih kalah lezat dibandingkan masakan neneknya.
Kemenangan di Monza membuat Antonelli menjadi satu-satunya pembalap Italia yang masih hidup yang pernah merasakan kemenangan di Grand Prix tersebut.
Ia menjadi pembalap Italia pertama yang menang di Monza sejak Ludovico Scarfiotti pada 1966 dan hanya pembalap Italia keempat yang mampu melakukannya sejak Kejuaraan Dunia Formula 1 dimulai pada 1950.
Dua nama lainnya adalah Giuseppe Farina yang menang pada 1950 serta Alberto Ascari yang berjaya pada 1951 dan 1952.
Antonelli juga sudah mencatat sejumlah pencapaian bersejarah lainnya. Sebelumnya, ia menjadi pembalap Italia pertama dalam 73 tahun yang memimpin klasemen kejuaraan ketika F1 tiba di “Temple of Motorsport”, julukan Monza.
Setelah kemenangan tersebut, ia meninggalkan Monza dengan status sebagai pemenang Grand Prix Italia termuda sekaligus pembalap pertama yang memenangkan tujuh Grand Prix dalam satu musim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!