Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas, DPR Sebut Pelanggaran HAM Berat.

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 12:37 WIB | Oleh:
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas, DPR Sebut Pelanggaran HAM Berat. Doc: Antara Foto
Ket. Anggota Komisi XIII DPR RI Mafirion.

Anggota Komisi XIII DPR RI Mafirion Sysmsuddin Rogo mengatakan bahwa tewasnya tiga orang pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) adalah pelanggaran hak asasi manusia berat.

Menurut dia, tindakan yang dilakukan KKB itu tidak manusiawi dan pelanggaran HAM yang tidak boleh ditoleransi. Terlebih lagi kejadian itu bukan kali pertama yang dilakukan KKB.

"Pemerintah harus bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang secara sengaja menghilangkan nyawa warga sipil yang tidak berdosa,” kata Mafirion di Jakarta, Kamis.

Dia menegaskan ketiga korban merupakan warga sipil yang tengah menjalankan tugas untuk membawa bantuan ternak kepada masyarakat di pedalaman Papua.

Menurut dia, tugas pelayanan kepada masyarakat semestinya dapat dilakukan dengan aman dan tidak boleh menjadi sasaran kekerasan bersenjata.

"Kami meminta aparat keamanan melakukan pengusutan atas tindakan KKB kepada para petugas Dinas Pertanian. Usut tuntas siapa pelakunya dan berikan tindakan tegas kepada para pelaku yang terbukti melakukan penembakan," katanya.

Dia menyatakan persoalan tersebut tidak hanya menyangkut hilangnya tiga nyawa, tetapi juga menyisakan persoalan yang lebih besar mengenai rasa aman masyarakat sipil di wilayah konflik.

Warga yang tinggal di kawasan tersebut maupun mereka yang bekerja memberikan pelayanan publik kerap berada dalam bayang-bayang ancaman kekerasan.

"Kalau tidak ada tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku, masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut dan warga sipil yang bertugas di sana akan terus hidup dalam rasa takut. Mereka setiap saat dibayangi ancaman teror. Ini tidak boleh menjadi kondisi yang dianggap normal," katanya.

Menurut dia, warga sipil sering kali menjadi pihak yang paling rentan ketika kekerasan terus terjadi. Padahal, warga sipil tidak terlibat dalam konflik bersenjata, tetapi justru dapat kehilangan nyawa, kehilangan anggota keluarga, serta kehilangan rasa aman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, dia mendesak agar warga sipil tidak boleh terus-menerus menjadi korban atas teror yang membayangi kehidupan mereka. Negara, kata dia, harus hadir untuk memberikan perlindungan.

"Semua warga negara Indonesia, di mana pun berada, memiliki hak yang sama untuk hidup aman dan tanpa rasa takut," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Lagi Gandrung, Semua Mau Dihilirisasi, Termasuk Rumput Laut

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Lagi Gandrung, Semua Mau Di...
Luar Negeri
Korea Utara Kembali Luncurk...
Daerah
Disdag Mataram: Pekan Ini P...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.