Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertempuran Houthi Pecah, Hampir 1.400 Keluarga di Yaman Melarikan Diri

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 01:38 WIB | Oleh:
Pertempuran Houthi Pecah, Hampir 1.400 Keluarga di Yaman Melarikan Diri Doc: AFP/KHALED ZIAD/GETTY IMAGES

ISTANBUL - Hampir 1.400 keluarga mengungsi dalam sehari di wilayah Yaman barat akibat meningkatnya pertempuran antara pasukan pemerintah dengan kelompok Houthi, jelas otoritas setempat pada Rabu (9/9).

Unit Eksekutif Pengelolaan Hunian Pengungsi yang dikelola pemerintah mencatat sebanyak 1.367 keluarga baru mengungsi pada 8 September di sejumlah provinsi yakni Taiz, Al-Hudaydah, dan Lahj, menurut laporan kantor berita resmi Saba.

Dengan tambahan tersebut, jumlah pengungsi yang tercatat di tiga provinsi itu sejak awal September mencapai 6.145 keluarga.

Badan tersebut mengatakan pengungsian dipicu oleh eskalasi militer yang terus berlangsung dan meningkatnya kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil.

Tim lapangan terus mendata keluarga yang mengungsi, memverifikasi lokasi mereka, serta menilai kebutuhan kemanusiaan dengan berkoordinasi bersama otoritas setempat, organisasi bantuan, dan mitra terkait.

Unit itu menyerukan organisasi kemanusiaan dan donor untuk meningkatkan bantuan karena kebutuhan akan tempat tinggal, makanan, air, kebutuhan dasar, dan layanan kesehatan terus meningkat.

Mereka juga memperingatkan kemungkinan bertambahnya jumlah warga yang mengungsi jika situasi keamanan semakin buruk.

Warga mulai mengungsi setelah pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan Houthi meningkat dalam beberapa pekan terakhir di sejumlah kawasan, terutama di Taiz, Al-Jawf, dan Al-Bayda, disertai serangan udara terhadap posisi Houthi.

Selain itu pada Rabu (9/9), pasukan pemerintah dan Houthi juga melaporkan bentrokan di sejumlah wilayah, termasuk Taiz, Al-Bayda, Al-Dhale, dan Al-Hudaydah.

Pasukan yang bersekutu dengan pemerintah juga mengirim bala bantuan ke kota pelabuhan strategis Mocha di pesisir barat, dekat Selat Bab Al-Mandab.

Yaman dilanda konflik sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Situasi tersebut mendorong koalisi Arab pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Tuntas Evakuasi Kecelakaan ...
Advertisement
Arus Truk Logistik Meningkat di Ketapang–Gilimanuk, ASDP Percepat Penguraian Antrean  

Arus Truk Logistik Meningkat di Ketapang–Gilimanuk, ASDP Percepat Penguraian Antrean  

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.