Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemarau Jateng Selatan Makin Panjang! BMKG Prediksi Bisa Bertahan hingga Oktober

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 01:11 WIB | Oleh:
Kemarau Jateng Selatan Makin Panjang! BMKG Prediksi Bisa Bertahan hingga Oktober Doc: Antara foto/HO-BMKG
Ket. Peta prakiraan indeks risiko kekeringan di Jawa Tengah pada bulan September 2026.

CILACAP - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut musim kemarau di Jawa Tengah bagian selatan, khususnya di Cilacap dan sekitarnya berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026 akibat pengaruh fenomena El Nino.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Rabu, mengatakan kondisi cuaca memasuki awal September 2026 mulai bervariasi dengan semakin seringnya kondisi berawan dan hujan di sejumlah wilayah.

Menurut dia, hujan dengan intensitas sangat ringan tercatat pada tanggal 7 dan 8 September, tetapi masih bersifat lokal dan sporadis.

“Pada 7 September, hujan tercatat di Nusawungu 1 milimeter (mm), Binangun 2 mm, Maos 2 mm, dan Jeruklegi 1 mm per hari. Sementara pada 8 September, hujan tercatat di Kroya 1 mm, Nusawungu 1 mm, dan Dayeuhluhur 3 mm. Wilayah lainnya masih belum mengalami hujan,” katanya.

Ia mengatakan hujan tersebut belum dapat mengubah status musim kemarau menjadi musim penghujan karena belum memenuhi kriteria awal musim hujan, yakni curah hujan lebih dari 50 mm dalam satu dasarian dan diikuti kondisi serupa pada dua dasarian berikutnya.

Menurut dia, kondisi curah hujan di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap hingga 9 September masih berada di bawah normal.

“Berdasarkan data normal periode 1991-2020, curah hujan dasarian pertama September seharusnya mencapai 36 mm, tetapi hingga 9 September 2026 tercatat 0 mm,” katanya menjelaskan.

Ia mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi El Nino yang masih berlangsung.

Menurut dia, indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) rata-rata tiga bulanan periode Juni-Juli-Agustus (JJA) tercatat 2,2 yang menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat.

“Kondisi itu menyebabkan kemarau berlangsung lebih lama dan lebih kering. Sejak Juni 2026, curah hujan sangat kurang dan sejumlah wilayah Cilacap mengalami hari tanpa hujan dalam periode panjang,” katanya.

Ia mengatakan berdasarkan pemantauan hingga 31 Agustus 2026, Cilacap bagian tengah dan timur masuk kategori kekeringan ekstrem dengan lebih dari 60 hari tanpa hujan. Cilacap bagian barat berada pada kategori enam hingga 20 hari tanpa hujan, sedangkan wilayah selatan mengalami kekeringan sangat panjang selama 31-60 hari.

Untuk September 2026, kata dia, BMKG memprakirakan curah hujan di Cilacap secara umum 0-20 mm per bulan, sedangkan wilayah selatan 21-50 mm per bulan.

“Sifat curah hujan diprakirakan di bawah normal,” katanya.

Ia mengatakan September masih diprakirakan sebagai musim kemarau meskipun hujan mulai turun di sejumlah wilayah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Wamenkes Tegaskan Influenza A Tidak Berbahaya

18 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Wamenkes Tegaskan Influenza...

Janice Tjen Melaju ke Babak Kedua China Open 2026

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Melaju ke Babak...
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.