US Open: Teodor Davidov dan Keajaiban Servis Dua Tangan di Flushing Meadows
📅 Rabu, 09 Sep 2026, 00:10 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNEW YORK – “Lihat, Ma, dua tangan!” Begitulah kira-kira gambaran keunikan Teodor Davidov saat menjalani debutnya di Flushing Meadows. Petenis remaja Amerika Serikat berusia 16 tahun itu tidak sekadar datang untuk meramaikan US Open. Ia membawa senjata yang nyaris tidak dimiliki pemain lain: kemampuan bermain menggunakan kedua tangan (ambidextrous).
Davidov mampu melakukan servis dengan tangan kanan maupun kiri. Ia juga bisa berganti tangan di tengah permainan untuk menghadirkan variasi pukulan dan spin yang membuat lawan sulit membaca arah bola. Yang lebih unik, Davidov bahkan hampir tidak pernah menggunakan pukulan backhand konvensional.
Kemampuan ambidextrous tersebut membuat Davidov menjadi salah satu dari segelintir petenis yang mencoba meniti karier profesional dengan mengandalkan kedua tangan.
“Ini memberi saya jangkauan yang jauh lebih luas. Saya bisa mengejar lebih banyak bola, mencakup area lapangan yang lebih besar, sekaligus menghasilkan spin yang berbeda,” kata Davidov.
“Banyak teman saya yang pernah bermain melawan saya selalu mengatakan betapa menyebalkannya menghadapi saya karena begitu banyak variasi spin.”
Davidov tampil di nomor ganda junior US Open melalui tiket wildcard. Berpasangan dengan Tyler Lee, ia mengawali kiprahnya dengan kemenangan atas pasangan Brasil, Pedro Henrique Chabalgoity dan Leonardo Storck Franca, pada putaran pertama, Senin.
Gaya bermainnya yang tidak biasa segera mencuri perhatian. Rekaman servis Davidov yang dilakukan dengan tangan kiri dan kanan bahkan menjadi salah satu cuplikan menarik yang dibagikan kanal resmi turnamen di media sosial.
Namun, kemampuan istimewa tersebut bukanlah sesuatu yang dirancang sejak awal untuk menjadi atraksi.
Sang ayah pertama kali menyadari bakat tidak biasa Davidov ketika putranya berusia delapan tahun. Saat itu, sebuah latihan untuk meningkatkan kemampuan backhand dua tangan justru membuka potensi lain.
“Perlahan, ayah saya melihat bahwa permainan saya dengan tangan kiri ternyata tidak buruk untuk seseorang yang bukan pemain kidal,” ujar Davidov.
Awalnya, sang ayah hanya ingin membuat permainan Davidov lebih seimbang. Kemampuan menggunakan kedua tangan diharapkan juga membantu permainan tangan kanannya.
“Idenya adalah membuat saya lebih seimbang dan itu juga akan membantu, bahkan ketika bermain dengan tangan kanan. Kemudian saya perlahan mulai lebih sering bermain dengan tangan kiri.”
Eksperimen itu kemudian berkembang. Davidov mulai menggunakan tangan kirinya untuk melakukan berbagai pukulan, termasuk volley dan servis.
“Lalu saya mulai melakukan beberapa volley dan servis, dan perlahan beralih,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!