Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Buka Lumiere Summit, Macron Serukan Koalisi Global untuk Lindungi Masa Depan Sinema dari Gempuran Media Sosial

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 00:00 WIB | Oleh:

Dalam opini yang diterbitkan Variety menjelang KTT, Macron menyatakan bahwa negara-negara perlu bekerja sama menghadapi perubahan tersebut dan mempertahankan kemampuan untuk membiayai serta mendukung produksi film lokal.

Menurut Macron, masa depan perfilman tidak seharusnya sepenuhnya diserahkan kepada kekuatan pasar dan platform global.

Prancis dan Korea Selatan Siapkan Investasi Lebih dari US$1 Miliar

Macron menjadi ketua bersama Lumiere Summit dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, yang juga menyampaikan pidato pada sesi pembukaan.

Lee mengulangi pandangan Macron mengenai pentingnya memperkuat industri film untuk menghadapi masa depan. Ia juga menyoroti perjanjian perdagangan yang diumumkan Prancis dan Korea Selatan pada Senin.

Perjanjian tersebut mencakup komitmen kedua negara untuk menginvestasikan lebih dari US$1 miliar guna meningkatkan kapasitas produksi dan animasi.

“Sinema independen penting untuk masa depan,” kata Lee Jae Myung. “Ini akan menjadi jaminan pertumbuhan berkelanjutan dan sumber imajinasi baru.”

Inisiatif Prancis-Korea Selatan tersebut menjadi bagian dari agenda lebih luas Lumiere Summit untuk mempertemukan pemerintah, pembuat film, dan para eksekutif industri hiburan dalam membahas sejumlah persoalan yang dihadapi industri perfilman.

Topik yang dibahas mencakup pembiayaan, kecerdasan buatan, perubahan kebiasaan menonton, serta masa depan pemutaran film di bioskop.

Kemitraan pembiayaan industri juga menjadi salah satu dari sejumlah inisiatif konkret yang diperkenalkan dalam KTT tersebut. Agenda lainnya mencakup program perlindungan warisan sinematografi serta program terkait pembajakan, kesetaraan gender, dan keberlanjutan lingkungan.

Diikuti Tokoh Industri dari 65 Negara

Lumiere Summit mempertemukan tokoh-tokoh dari 65 negara, termasuk pemimpin politik, eksekutif industri hiburan, dan pembuat film.

Sejumlah nama besar yang hadir antara lain Ted Sarandos dari Netflix, Dana Walden dan Alan Bergman dari Disney, Donna Langley dari NBCUniversal, Casey Bloys dari HBO, Tom Rothman dari Sony Pictures, Andy Gordon dari Paramount Skydance, serta Michael Barker, salah satu kepala Sony Pictures Classics.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Warga Swiss Memilih Tetap N...
Advertisement
Gol Dianulir Hingga Kartu Merah Thom Haye, Indonesia Dipaksa Main 10 Pemain Lawan Malaysia

Gol Dianulir Hingga Kartu Merah Thom Haye, Indonesia Dipaksa Main 10 Pemain Lawan Malaysia

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.