Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Ingatkan Nelayan dan Kapal Penyeberangan Waspadai Risiko Pelayaran

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 09:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Ingatkan Nelayan dan Kapal Penyeberangan Waspadai Risiko Pelayaran Doc: ANTARA
Ket. Arsip - Wisatawan berfoto dengan latar belakang ombak besar yang menggulung di Pantai Parangtritis, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (20/8/2026).

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau nelayan tradisional hingga operator kapal penyeberangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko keselamatan pelayaran akibat ancaman gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada 8–11 September 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala Putra, di Jakarta, Selasa (08/9), menegaskan bahwa kondisi gelombang laut yang dapat mencapai hingga 4 meter berpotensi membahayakan moda transportasi laut dari skala kecil hingga besar.

"Masyarakat yang beraktivitas di laut perlu memperhatikan ambang batas aman keselamatan. Nelayan dengan perahu kecil berisiko tinggi jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter," kata dia.

BMKG juga mengingatkan operator kapal tongkang untuk mewaspadai batas angin di atas 16 knot dan gelombang 1,5 meter, kapal ferry penyeberangan pada kecepatan angin di atas 21 knot dan gelombang 2,5 meter, serta kapal kargo atau pesiar jika angin melebihi 27 knot dengan gelombang mencapai 4 meter.

Kondisi cuaca ekstrem perairan tersebut dipicu oleh tiupan angin kencang hingga 25 knot yang terpantau di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Maluku.

BMKG memproyeksikan gelombang tinggi 2,5 hingga 4,0 meter berisiko melanda seluruh Samudra Hindia selatan Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT, serta Samudra Hindia barat Mentawai hingga Lampung.

Sementara gelombang sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Selat Malaka bagian utara, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru, hingga Samudra Pasifik utara Maluku.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
BPDLH: Alokasi Dana Abadi u...
Luar Negeri
Sudah Terusir dari Rumah, P...

Putin Sebut Barat Sengaja Bikin 'Tirai Besi'

55 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Putin Sebut Barat Sengaja B...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.