Media Luar Negeri Sebut Letusan Anak Krakatau Sebabkan 170.000 Penumpang Terlantar karena Penutupan Bandara

Senin, 07 Sep 2026, 11:50 WIB

JAKARTA – Letusan Gunung Anak Krakatau mengganggu perjalanan udara di Indonesia. Media Inggris, melaporkan sekitar 170.000 penumpang terdampak setelah ribuan penerbangan mengalami penundaan dan pembatalan akibat abu vulkanik yang menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk ruang udara di sekitar Jakarta.

Delapan bandara di Indonesia masih terdampak pada Senin (7/9) pagi. Dua di antaranya merupakan bandara yang melayani Jakarta.

Ket. Foto: Dampak erupsi tidak hanya dirasakan sektor penerbangan. Abu vulkanik juga mencapai Bandar Lampung di ujung selatan Sumatra, dengan kendaraan dan sejumlah ruas jalan dilaporkan tertutup abu. — Sumber: Istimewa

The Guardian melaporkan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau, yang berada di Selat Sunda di antara Pulau Jawa dan Sumatra, menyelimuti Jakarta dan sejumlah daerah di sekitarnya sejak aktivitas erupsi meningkat pada Jumat malam.

Kementerian Perhubungan menyebut hingga Minggu terdapat 1.558 penerbangan yang tertunda di delapan bandara terdampak, dengan sekitar 170.000 penumpang terdampak.

Lebih dari 900 penerbangan di antaranya merupakan penerbangan menuju maupun dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Penutupan operasional di bandara utama Jakarta kemudian diperpanjang hingga pukul 18.00 waktu setempat pada Senin. Keputusan tersebut diambil setelah abu vulkanik terdeteksi di wilayah udara sekitar bandara.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan belum dapat memastikan kapan gangguan penerbangan akan berakhir.

“Kami tidak dapat memastikan kapan ini akan berakhir karena cuaca yang dinamis,” kata Dudy.

Selain Soekarno-Hatta, sejumlah bandara lain juga mengalami penutupan atau pembatasan operasional. Bandara yang melayani wilayah Lampung dan Jawa Barat termasuk dalam fasilitas penerbangan yang terdampak.

Gangguan tersebut membuat sejumlah penumpang harus mencari penerbangan alternatif atau menjadwal ulang perjalanan mereka.

Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, penumpang terlihat mengantre di meja layanan setelah penerbangan mereka dibatalkan.

Salah seorang penumpang, Henny Yensan, 44 tahun, mengatakan kepada AFP bahwa dirinya berharap dapat kembali ke kampung halaman bersama ibunya. Namun, penerbangannya harus dijadwal ulang.

“Semua orang kecewa. Tidak ada yang marah karena, bagaimanapun, ini disebabkan oleh bencana alam,” ujarnya.

Dampak erupsi tidak hanya dirasakan sektor penerbangan. Abu vulkanik juga mencapai Bandar Lampung di ujung selatan Sumatra, dengan kendaraan dan sejumlah ruas jalan dilaporkan tertutup abu.

Aktivitas vulkanik Anak Krakatau juga berdampak terhadap pelayaran di Selat Sunda. Kapal yang melintas diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gangguan keselamatan navigasi.

Otoritas pelabuhan setempat menetapkan zona larangan mendekat dengan radius tiga kilometer dari gunung api tersebut.

Badan Geologi juga memperingatkan masyarakat untuk tidak mendekati Anak Krakatau. Aktivitas erupsi masih berpotensi berlanjut.

Pada Sabtu, erupsi Anak Krakatau menghasilkan semburan lava dan suara gemuruh yang terdengar hingga ratusan kilometer. Aktivitas erupsi kembali terjadi pada Minggu, dengan salah satu letusan tercatat pada pukul 20.23 WIB.

Badan Geologi menyatakan kemungkinan terjadinya letusan lanjutan dalam waktu mendatang masih tinggi.

Meski demikian, Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan rangkaian letusan terbaru tidak berpotensi memicu tsunami. Masyarakat tetap diminta mematuhi zona larangan masuk karena material vulkanik yang dikeluarkan gunung api dapat membahayakan keselamatan.

Anak Krakatau merupakan gunung api yang muncul dari kaldera yang terbentuk setelah letusan Krakatau pada 1883. Letusan besar tersebut menjadi salah satu bencana vulkanik paling mematikan dalam sejarah, dengan perkiraan korban jiwa sekitar 35.000 orang.

Pada 2018, sebagian tubuh Anak Krakatau runtuh dan memicu tsunami yang menerjang pesisir Banten dan Lampung. Peristiwa tersebut menewaskan 429 orang dan menyebabkan ribuan warga mengungsi.

Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik, wilayah dengan aktivitas gunung api dan gempa bumi yang tinggi akibat pertemuan sejumlah lempeng tektonik.

  • Erupsi Anak Krakatau

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.