Basket Putra Awali Asian Games
📅 Senin, 07 Sep 2026, 06:42 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
JAKARTA - Tim bola basket putra Indonesia mendapat kesempatan membuka lebih awal perjuangan kontingen Merah Putih di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Saat sebagian besar atlet Indonesia masih menunggu pembukaan resmi pesta olahraga Asia itu, tim baseket putra justru sudah harus bertarung menghadapi persaingan keras di lapangan.
Tim bola basket putra dijadwalkan bertolak ke Jepang pada hari Senin (7/9) dan melakoni pertandingan perdana pada tanggal 10 September. Jadwal tersebut membuat basket putra menjadi delegasi pertama Indonesia yang berangkat ke Negeri Sakura, sembilan hari sebelum upacara pembukaan Asian Games digelar pada tanggal 19 September.
Chef de Mission Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, menyebut keberangkatan lebih awal tersebut bukan sekadar persoalan jadwal pertandingan. Tim basket diharapkan menjadi pembuka kabar baik bagi kontingen Indonesia sekaligus pemantik kepercayaan diri sebelum seluruh kekuatan Merah Putih bertanding.
“Tim basket putra ini merupakan delegasi Tim Indonesia yang pertama berangkat. Harapannya, mereka bisa menjadi endorsement yang positif. Ketika pembukaan nanti, kita yakin tim basket memberikan yang terbaik sehingga sudah memegang kabar baik,” ujar Todotua.
Rasa optimistis Todotua bukan tanpa alasan. Setelah beberapa kali meninjau langsung persiapan tim, dia menilai skuad yang dibawa ke Aichi-Nagoya memiliki peluang untuk bersaing hingga perebutan medali. Namun, jalan menuju target tersebut langsung menghadirkan tantangan besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hasil undian menempatkan Indonesia di Grup B bersama tuan rumah Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Komposisi itu menjadikan fase penyisihan sebagai ujian berat. Jepang memiliki keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri. Sedangkan Korea Selatan merupakan salah satu kekuatan tradisional basket Asia. Arab Saudi pun tidak bisa dipandang sebelah mata.
Situasi tersebut membuat konsistensi permainan menjadi kunci. Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman sejumlah pemain senior. Energi pemain muda juga dibutuhkan untuk menjaga intensitas ketika menghadapi lawan dengan kualitas dan pengalaman lebih tinggi.
Ketua Umum PP Perbasi Budisatrio Djiwandono menyadari tantangan yang menunggu skuad Garuda. Namun, ia menilai perpaduan pemain berpengalaman dengan talenta muda merupakan modal penting untuk menghadapi ketatnya persaingan. “Kami tahu bahwa perjuangan ini tidak mudah dan tim-tim yang akan mereka hadapi adalah tim-tim hebat dari Asia. Namun, saya yakin dengan pengalaman, beberapa atlet sudah memiliki pengalaman yang cukup panjang,” ujar Budi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Indonesia sebelumnya belum berada dalam daftar tim yang terkualifikasi. Kesempatan tampil terbuka setelah terdapat slot yang kosong, sehingga tiket ke Aichi-Nagoya akhirnya menjadi milik Indonesia. ben/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!