Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Art Borneo 2026 Kolaborasi Seniman Lintas Batas Suarakan Isu Lingkungan

📅 Senin, 07 Sep 2026, 06:37 WIB | Oleh:
Art Borneo 2026 Kolaborasi Seniman Lintas Batas Suarakan Isu Lingkungan Doc: ANTARA/HO-Jessica Helena Wuysang
Ket. Pengunjung melihat karya lukis yang dipajang pada Pameran Art Borneo:Bala Dingan di Gedung Dekranasda Kalbar di Pontianak, Kalimantan Barat. Pameran yang diselenggarakan oleh kolektif seni Susur Galur serta melibatkan 32 seniman dari Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam tersebut menampilkan puluhan karya seni.

PONTIANAK - Art Borneo 2026 hadir di Pontianak sebagai ruang refleksi persoalan ekologi melalui seni dengan mempertemukan seniman dan komunitas dari Indonesia, Malaysia, serta Brunei Darussalam.

“Art Borneo 2026 hadir ketika masyarakat Kalimantan Barat menghadapi berbagai persoalan lingkungan, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, kabut asap hingga perubahan bentang alam yang memberikan tekanan terhadap ekosistem,” kata Kurator Art Borneo 2026 M. Faozi Yunanda di Pontianak, Minggu (6/9).

Dia mengatakan persoalan ekologi tidak dapat dipisahkan dari manusia, ingatan masyarakat serta identitas yang terbentuk melalui hubungan dengan ruang hidup.

Mengusung tema “Ekologi Sosial, Memori, dan Identitas” dengan tajuk “Khalayak: Arketipal Primordial”, kegiatan tersebut mengajak masyarakat menelusuri kembali hubungan manusia dengan lingkungan, ingatan, pengalaman dan kebudayaan.

“Ketika kita berbicara tentang ekologi, kita sebenarnya juga sedang berbicara tentang manusia, tentang bagaimana sebuah masyarakat mengingat ruang hidupnya dan bagaimana identitas terbentuk dari hubungan tersebut,” katanya.

Menurut dia, kerusakan ekologis tidak hanya mengubah lanskap, tetapi juga berpotensi menghilangkan ingatan serta pengetahuan yang hidup dan diwariskan masyarakat dari generasi ke generasi.

Melalui tajuk “Khalayak: Arketipal Primordial”, Art Borneo menelusuri hubungan manusia dengan tanah, air, hutan, leluhur dan ruang sosial sebagai bagian dari pengetahuan yang tetap hidup dalam kebudayaan masyarakat Borneo.

Rangkaian Art Borneo 2026 sebelumnya diawali inkubasi daring pada 23-31 Juli, kemudian dilanjutkan program residensi di Kabupaten Sanggau, Sintang dan Kapuas Hulu pada 8-20 Agustus 2026.

Program tersebut mempertemukan seniman dari berbagai daerah di Indonesia, Kalimantan Barat, Malaysia dan Brunei Darussalam untuk melakukan riset, bertukar pengalaman serta berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pengetahuan lokal.

Direktur Art Borneo Annisa Fitri Yusuf mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan seni, melainkan ruang untuk melihat kembali persoalan lingkungan sebagai tantangan bersama masyarakat Borneo.

“Kita berada di tengah kondisi ekologis yang secara langsung maupun tidak langsung kita rasakan bersama. Karena itu, pameran ini menjadi ruang untuk berhenti sejenak, mengingat, dan saling menguatkan,” ujarnya.

Art Borneo 2026 yang diselenggarakan Kolektif Emehdeyeh dengan dukungan Kementerian Kebudayaan RI, Festival Lestari dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar diharapkan memperkuat jejaring seni sekaligus membuka ruang dialog mengenai persoalan sosial dan ekologis Borneo. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.