Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Erupsi Anak Krakatau Picu Hujan Abu Tipis di Pesisir Banten.

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 06:58 WIB | Oleh:
Erupsi Anak Krakatau Picu Hujan Abu Tipis di Pesisir Banten. Doc: Antara Foto
Ket. Pantauan Gunung Anak Krakatau alami erupsi di Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Pasauran, Anyer, Kabupaten Serang, pada Sabtu malam.

Hujan abu vulkanik dengan intensitas tipis imbas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai melanda daratan pesisir Banten, khususnya di sekitar Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Pasauran, Anyer, Kabupaten Serang, pada Sabtu malam.

Kepala Pos PGA Anak Krakatau di Pasauran, Deni Mardiono, di Serang, Sabtu malam, mengatakan sebaran material vulkanik tersebut terbawa oleh embusan angin yang bergerak mengarah ke wilayah timur atau pesisir Banten.

"Untuk kondisi saat ini di pos Pasauran sudah terdampak abu vulkanik yang sangat tipis sekali. Bisa dilihat dari rekaman CCTV banyak abu yang bertebaran. Abu ini tergantung dari arah angin, jadi kemungkinan besar anginnya ke arah timur sehingga terbawa ke pesisir Banten," kata Deni.

Ia menjelaskan bahwa potensi sebaran abu vulkanik ini sepenuhnya bergantung pada pergerakan arah angin. Hingga saat ini, intensitas abu yang turun di sekitar area pos pemantauan masih dikategorikan sangat tipis.

Sementara itu, berdasarkan pantauan langsung kondisi di lapangan hingga pukul 20.40 WIB, aktivitas vulkanik di perairan Selat Sunda tersebut masih berlangsung intens. Visual erupsi Gunung Anak Krakatau tampak memancarkan cahaya merah menyala yang disertai dengan kilatan petir.

Letusan tersebut juga terus mengeluarkan suara gemuruh dan dentuman keras secara bersamaan. Kuatnya gelombang suara dari erupsi ini bahkan membuat pintu, kaca jendela, hingga lemari di dalam ruangan pos pemantau tampak bergetar.

Meski letusan disertai hujan abu tipis dan dentuman keras, Deni memastikan tingkat aktivitas vulkanik gunung tersebut tidak mengalami peningkatan dari sebelumnya.

"Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat atau wisatawan tidak boleh mendekat dalam radius bahaya tiga kilometer dari kawah," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Nasional
BNN: Kasus Vape Mengandung ...
Luar Negeri
PDB Tiongkok Tetap Tumbuh P...
Megapolitan
Polusi Udara Jakarta Tembus...

KONI: Kejurnas Gateball 2026 Resmi Dibuka

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
KONI: Kejurnas Gateball 202...

BMKG Waspadai Munculnya Siklon Tropis Champi

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG Waspadai Munculnya Sik...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.