Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wah Jabar Bisa Defisit Tinggi Sekali karena Utang

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 02:45 WIB | Oleh:
Wah Jabar Bisa Defisit Tinggi Sekali karena Utang Doc: ist
Ket. potensi minus

BANDUNG – Rencana utang daerah jika terlaksana bisa mengancam anggaran. Jawa Barat berencana utang Rp3,4 triliun. Dampak utang bisa membuat APBD Jabar minus Rp3 triliun lebih.

Anggota DPRD Jabar menyoroti Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat tahun 2026 yang berpotensi mengalami defisit hingga Rp3,26 triliun, di tengah munculnya rencana pinjaman utang daerah senilai Rp3,4 triliun.

"Anomali kondisi keuangan ini akibat munculnya ketimpangan drastis antara penurunan target pendapatan dengan lonjakan alokasi belanja Pemprov Jabar," kata anggota DPRD Jawa Barat Sri Wahyuni Utami dalam keterangan di Bandung, Kamis.

Sri membeberkan target pendapatan daerah turun dari semula Rp30,12 triliun menjadi Rp27,85 triliun, akibat anjloknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,57 triliun dan penurunan dana transfer pusat sebesar Rp689,29 miliar.

Namun, di tengah merosotnya penerimaan daerah tersebut, alokasi belanja daerah justru diusulkan naik dari Rp29,83 triliun menjadi Rp30,82 triliun.

"Kami mencermati target pendapatan daerah yang mengalami penurunan. Sementara, belanja daerah meningkat. Peningkatan belanja di tengah penurunan target pendapatan perlu mendapat perhatian serius agar tidak mempersempit ruang fiskal dan membebani kemampuan keuangan daerah pada masa mendatang," kata Sri Wahyuni.

Bendahara Fraksi Nasdem DPRD Jabar ini menilai penyebab utama pelebaran defisit hingga Rp3,26 triliun ini memicu munculnya skema penerimaan pembiayaan baru berupa utang daerah sebesar Rp3,4 triliun yang belum pernah direncanakan sebelumnya, sehingga Pemprov Jabar diminta berhitung cermat agar tidak mengorbankan program pelayanan publik dasar.

"Kami menilai persoalan utang bukan semata-mata mengenai boleh atau tidaknya pemerintah daerah berutang, tetapi menyangkut kemampuan mengelola dan membayar kewajiban tersebut secara sehat tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat," ujar Sri Wahyuni.

Selain utang, efektivitas penggunaan anggaran BUMD juga turut dipertanyakan, salah satunya penyesuaian alokasi penyertaan modal untuk PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dari Rp100 miliar menjadi Rp50 miliar.

"Kami meminta penjelasan mengenai urgensi dana tersebut, kondisi aktual BIJB, kemampuan perusahaan membiayai operasional secara mandiri, serta prospek kinerja perusahaan ke depan. Kami menilai penyertaan modal tidak boleh sekadar menjadi instrumen untuk menutup kebutuhan operasional rutin," ujarnya.

Sri mengungkapkan jawaban resmi atas pandangan pihaknya dan fraksi-fraksi DPRD Jabar lainnya terkait kondisi fiskal dan APBD Perubahan Jawa Barat tahun 2026, oleh Gubernur Jawa Barat, akan disampaikan pada Rapat Paripurna berikutnya, pada Jumat (4/9).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.