Michelsen Kalahkan Nakashima di US Open, Duel Bintang Muda Amerika Berakhir Mengejutkan
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 00:07 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNEW YORK – Alex Michelsen membuat kejutan pada babak kedua US Open 2026 setelah menyingkirkan sesama petenis Amerika Serikat, Brandon Nakashima, yang datang ke New York dengan performa impresif sepanjang musim panas.
Dalam duel dua petenis Amerika yang tengah menanjak, Michelsen yang berusia 22 tahun menang meyakinkan atas Nakashima, 25 tahun, dengan skor 6-3, 6-4, 6-4, Kamis (3/9).
Kemenangan tersebut mengantarkan Michelsen untuk pertama kalinya ke babak ketiga US Open.
Nakashima datang ke Flushing Meadows dengan status unggulan ke-16 sekaligus salah satu petenis paling mencuri perhatian dalam rangkaian turnamen pemanasan musim panas. Ia mengoleksi rekor 12 kemenangan dan hanya tiga kekalahan, termasuk keberhasilan menumbangkan sejumlah petenis berperingkat lebih tinggi.
Permainan agresif dengan pukulan keras menjadi senjata utama Nakashima, karakter yang sebenarnya sangat cocok dengan lapangan keras US Open yang dikenal cepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, performa terbaiknya justru tidak muncul saat menghadapi Michelsen.
Nakashima kesulitan menemukan intensitas permainan yang ditunjukkannya sepanjang musim panas. Sebaliknya, Michelsen mampu mengambil kendali lebih banyak reli melalui servis keras dan pukulan groundstroke yang berat.
“Sangat menyenangkan bisa mengalahkan pemain seperti dia. Dia telah mengalahkan begitu banyak pemain bagus musim panas ini,” kata Michelsen.
Petenis peringkat 46 dunia itu selanjutnya akan menghadapi petenis Spanyol Daniel Merida, yang kini menempati peringkat 39 dunia.
Menariknya, meski sama-sama berasal dari California Selatan, Michelsen dan Nakashima belum pernah bertemu dalam pertandingan resmi sebelum laga ini.
Keduanya justru cukup sering berlatih bersama.
Menurut Michelsen, pengalaman tersebut membantunya memahami kecenderungan permainan lawan. Dari sesi latihan dan pengamatannya terhadap salah satu pertandingan Nakashima pada musim panas, ia menemukan pola tertentu dalam servis sang lawan.
Michelsen memperhatikan Nakashima cenderung mengarahkan servis ke tempat yang sama ketika menghadapi poin-poin penting dari sisi ad court.
“Saya berpikir, ‘Oke, dia melakukan itu terus-menerus, dan itu jelas servis favoritnya. Jadi, mari kita hilangkan pilihan itu dan buat dia memukul dengan servis yang bukan favoritnya,’” kata Michelsen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!