Inkubasi Pabeta 2026 Bantu UMKM Naik Kelas, Tak Hanya Belajar tapi Dapat Pendampingan.

Jumat, 04 Sep 2026, 09:45 WIB

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) memperkuat daya saing dan nilai tambah produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Inkubasi Pabeta 2026.

“Kehadiran Inkubasi Pabeta diharapkan dapat menjadi ruang tumbuh yang membimbing setiap usaha agar bisa bertahan, berkembang sehat, dan berdaya saing tinggi,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah Sumarno di Palu, Jumat.

Ket. Foto: Sebanyak 26 pelaku UMKM mengikuti program Inkubasi Pabeta 2026 untuk mendorong daya saing dan nilai tambah produk UMKM. — Sumber: Antara Foto

Ia mengatakan usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan salah satu tulang punggung perekonomian daerah, namun pelaku usaha masih menghadapi berbagai kendala dalam mengembangkan usahanya.

Menurut dia, sebagian pelaku usaha kerap terhenti di tengah jalan karena keterbatasan pengetahuan manajemen, pemahaman terhadap pasar, serta belum memiliki sistem usaha yang terarah.

Karena itu, kata dia, program Inkubasi Pabeta tidak hanya memberikan pembelajaran, tetapi juga pendampingan agar pelaku UMKM mampu mengelola dan mengembangkan usahanya secara lebih profesional.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulteng mendukung program prioritas daerah “Berani Harmoni”, khususnya dalam mendorong UMKM yang mengelola komoditas unggulan daerah agar mampu naik kelas dan memperluas akses pasar.

“Pelaku usaha diharapkan lebih siap melakukan pengembangan atau scale up usaha, termasuk dalam mengakses pasar yang lebih luas,” ujar dia.

Ia menjelaskan program Inkubasi Pabeta 2026 dilaksanakan selama empat bulan, mulai Juli hingga November 2026, dengan total 636 jam pelajaran/pelatihan (JPL).

Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara pertemuan tatap muka dan daring dengan melibatkan tenaga ahli program inkubasi serta praktisi kewirausahaan.

Dari 93 pendaftar, sebanyak 50 orang lolos pada tahap seleksi awal, kemudian ditetapkan 26 peserta setelah melalui proses verifikasi yang merupakan perwakilan dari 12 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

Sumarno mengatakan para peserta mendapatkan pendampingan secara intensif melalui tiga tahapan, yakni pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi.

Tahap prainkubasi mencakup workshop bisnis, onboarding tenant, serta penilaian kesiapan bisnis masing-masing peserta.

Selanjutnya, tahap inkubasi difokuskan pada mentoring di bidang manajemen mutu dan produksi, kunjungan ke lokasi usaha, serta kegiatan business matching untuk memperluas peluang kerja sama dan akses pasar.

Sementara tahap pascainkubasi meliputi workshop penguatan bisnis, evaluasi capaian, serta proses graduasi dan pemberian penghargaan kepada tenant.

Ia mengatakan penguatan kapasitas pelaku UMKM diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas dan daya saing produk, tetapi juga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan rasio kewirausahaan daerah serta berkontribusi dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Sulawesi Tengah.

Ia berharap UMKM yang mengikuti program dapat mempertahankan keberlanjutan usahanya, meningkatkan nilai tambah produk, serta mampu memperluas pasar sehingga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

  • Program Inkubasi Pabeta 2026

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.