Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD Kota Bandung Tegaskan Puskesmas Harus Bisa Wujudkan Pelayanan Kesehatan yang Cepat, Ramah, dan Berkualitas

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 01:30 WIB | Oleh:

Upaya mendekatkan layanan juga dilakukan melalui puskesmas keliling dan posyandu. Menurut dr. Ira, puskesmas keliling menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang mengalami kendala untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan, baik karena persoalan waktu maupun akses dan transportasi.

“Kalau masyarakat tidak bisa datang ke puskesmas karena masalah waktu atau lokasi, kita yang datang melalui mekanisme puskesmas keliling,” ujar dia.

Posyandu juga mengalami perubahan paradigma. Jika sebelumnya lebih dikenal dengan pelayanan ibu dan anak, kini posyandu menggunakan pendekatan siklus hidup sehingga dapat diakses oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak, dewasa hingga lansia. Layanan yang diberikan antara lain skrining kesehatan dan imunisasi sebagai bagian dari penguatan upaya promotif dan preventif.

Selain kesehatan fisik, perhatian terhadap kesehatan mental juga menjadi bagian dari pengembangan layanan kesehatan di Kota Bandung.

Saat ini, layanan psikolog klinis telah tersedia di 12 UPTD Puskesmas di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung juga meluncurkan layanan konseling psikologis Bandung Utama Bagja Sararea (Bangbara) pada 25 Juni 2026 untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pendampingan kesehatan mental secara profesional.

Menurut Ira, hadirnya layanan kesehatan mental menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan perhatian ketika mengalami gangguan kesehatan fisik, tetapi juga memiliki akses terhadap pendampingan kesehatan mental.

Dalam upaya memberikan akses layanan yang lebih sesuai dengan karakter masyarakat perkotaan, dr. Ira menyampaikan bahwa Kota Bandung juga menghadirkan layanan puskesmas 24 jam. Saat ini terdapat dua puskesmas yang telah membuka layanan tersebut, yakni Puskesmas Ibrahim Aji dan Puskesmas Garuda.

Bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada jam kerja, layanan rawat jalan dapat diakses hingga malam hari. Sementara untuk kondisi kegawatdaruratan tertentu yang masih dapat ditangani di tingkat pelayanan kesehatan pertama, layanan tersedia selama 24 jam sesuai kapasitas fasilitas kesehatan.

Selain itu, upaya promotif dan preventif terus diperkuat dengan mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan dan deteksi dini. Salah satunya melalui skrining kesehatan berdasarkan usia dan faktor risiko, sehingga potensi masalah kesehatan dapat diketahui lebih awal.

“Paradigmanya harus berubah. Puskesmas itu benar-benar dekat dengan masyarakat, tidak hanya pada saat sakit, tetapi pada saat sehat pun untuk mengecek atau melihat kondisi kesehatan,” pungkas Ira. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Rona
Koloni Bakteri dari Asap Ro...
Luar Negeri
Konflik AS-Iran Berpotensi ...

Ekonomi Global Masuk Zona Risiko

45 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Ekonomi Global Masuk Zona R...
Luar Negeri
Dunia Berpacu Mengejar Regu...

Krisis Iklim Ancam Produktivitas Kerja

45 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Krisis Iklim Ancam Produkti...
Advertisement
Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.