Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Selama Agustus, Sudah Tiga Orang Meninggal dalam Rangkaian Karnaval Sound Horeg di Jatim

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 00:03 WIB | Oleh:
Selama Agustus, Sudah Tiga Orang Meninggal dalam Rangkaian Karnaval Sound Horeg di Jatim Doc: Istimewa
Ket. Selain persoalan kebisingan, sejumlah insiden selama Agustus juga berkaitan dengan keselamatan kru, peserta, maupun warga yang berada di sekitar jalur kegiatan.

SURABAYA – Rangkaian karnaval yang menggunakan sound horeg di Jawa Timur sepanjang Agustus 2026 diwarnai tiga kematian. Ketiga peristiwa tersebut terjadi di Jember dan Banyuwangi dengan penyebab yang berbeda.

Peristiwa pertama terjadi di Jember pada Sabtu (29/8). Slamet Timbang (57), warga Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, meninggal setelah tertimpa kanopi dan tembok sebuah bangunan apotek.

Saat kejadian sekitar pukul 10.30 WIB, Slamet tengah menunggu istrinya yang sedang membeli obat. Pada waktu yang sama, karnaval dan parade sound horeg berlangsung di Desa Wringinagung.

Warga setempat, Ulum, mengatakan bangunan tersebut tiba-tiba roboh dan menimpa Slamet.

“Korban pas menunggu istrinya beli obat. Tidak selang berapa saat ada suara keras dan korban sudah tersungkur tertimpa tembok. Kondisinya meninggal di tempat,” ujar Ulum.

Bangunan yang roboh disebut dalam kondisi tua dan lapuk. Sejumlah warga menduga getaran dari kegiatan cek sound sehari sebelumnya turut memengaruhi kondisi bangunan. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab robohnya bangunan.

Kejadian kedua terjadi di Banyuwangi. Bonari (44), warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, meninggal saat mengikuti karnaval sound horeg dalam rangka perayaan HUT ke-81 RI pada Minggu (23/8).

Bonari dilaporkan mengalami kondisi yang diduga berkaitan dengan serangan jantung setelah berjalan sekitar satu kilometer dari titik awal karnaval. Sebelum mengikuti kegiatan tersebut, korban disebut sempat mengonsumsi minuman keras jenis arak.

Peserta dan petugas kemudian membawa Bonari ke Puskesmas Pesanggaran. Namun, nyawanya tidak tertolong. Rangkaian parade selanjutnya dihentikan dan sound dimatikan.

Sedangkan korban ketiga adalah SN (29), kru sound horeg di Jember. Ia meninggal setelah mengalami kecelakaan saat berada di atas truk yang membawa perangkat sound system.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (2/8). Saat kendaraan melintas di Jalan Krasak, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, kepala SN terbentur gapura pembatas desa.

Komandan Regu 1 Unit Gakkum Satlantas Polres Jember Aiptu Hasan Basri mengatakan kecelakaan terjadi ketika kendaraan melintas di bawah gapura.

“Kejadiannya hari Minggu (2/8), saat kendaraan melintas di bawah gapura pembatas desa,” kata Hasan.

SN saat itu berada bersama rombongan yang dalam perjalanan pulang setelah mengikuti karnaval di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji. Ia diduga tertidur di bak truk sebelum mengalami benturan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
Cegah Kanker Sejak Dini, YK...

Riyadh Dibombardir Houthi, Piala Asia 2027 Pindah atau Tunda?

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Riyadh Dibombardir Houthi, ...
Advertisement
Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.