Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Lengah, Desa Piknik Harus Fokus Siapkan Manajemen Risiko

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 09:03 WIB | Oleh:
Jangan Lengah, Desa Piknik Harus Fokus Siapkan Manajemen Risiko Doc: ist
Ket. utamakan selamat

JAKARTA – Walaupun tingkat desa, tetap menjadikan keselamatan sebagai fokus. Keselamatan wisatawan harus menjadi fokus utama manajemen risiko desa wisata. Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko sejak awal dalam pembangunan dan pengembangan desa wisata untuk mengantisipasi risiko kecelakaan maupun bencana.

“Jadi, preventif itu jauh lebih bagus daripada kuratif. Jadi, preventif itu mencegah, itu jauh lebih bagus daripada pengobatan. Dari suatu kecelakaan,” kata Ketua Umum ICPI Azril Azhari, di Jakarta, Rabu.

Azril mengatakan manajemen risiko seharusnya menjadi prasyarat sebelum sebuah destinasi, khususnya desa wisata, dibangun. Tahapannya mencakup survei, penentuan risiko dan prioritas, hingga mitigasi serta monitoring dan evaluasi.

Ia mengatakan survei diperlukan untuk mengetahui potensi risiko di suatu destinasi, termasuk apakah bangunan dan lingkungan di dalamnya mudah terbakar serta faktor yang dapat memicu kebakaran, baik karena alam maupun kecelakaan.

Dia mencontohkan terjadinya kebakaran di Desa Adat Sade, Nusa Tenggara Barat yang diketahui disebabkan oleh korsleting listrik dan berdampak pada bangunan berbahan kayu.

Menurut dia, aspek tersebut dapat diantisipasi melalui pengaturan lokasi meteran listrik serta penggunaan material bangunan yang dikombinasikan untuk mengurangi risiko kebakaran.

Selain konstruksi dan instalasi listrik, ia menilai ketersediaan peralatan keselamatan juga perlu menjadi bagian dari manajemen risiko. Salah satunya adalah Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dapat digunakan untuk melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran.

“Misalnya, alat untuk pemadam kebakarannya ada atau tidak? Itu kan syarat. Itu kan persyaratan yang prasyarat,” ujarnya.

Menurut Azril, mitigasi merupakan salah satu tahapan dalam manajemen risiko yang perlu diterapkan sejak awal. Mitigasi tersebut dapat mencakup penyediaan peralatan untuk mencegah dan menangani risiko yang telah diidentifikasi.

Ia juga menilai aspek keselamatan dalam pengembangan desa wisata tidak hanya perlu memperhatikan wisatawan, tetapi juga masyarakat dan lingkungan di sekitar destinasi.

“Jadi, ada konsep yang safety, jadi selamat, kemudian security, keamanan, dan healthy seperti sanitasi, jadi kebersihan. Setidaknya tiga itu wajib sekarang,” kata Azril.

Azril mengatakan penerapan manajemen risiko sejak tahap awal dapat menjadi bagian dari upaya membangun keselamatan di destinasi wisata, termasuk desa wisata yang memiliki bangunan dan karakter budaya tertentu.

Ia menekankan perlunya penerapan manajemen risiko secara terstruktur, mulai dari survei hingga monitoring dan evaluasi, sebagai bagian dari proses pengembangan destinasi wisata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Olahraga
  Leo/Daniel tampil Kesetan...
Advertisement
Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.