Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BGN Pastikan Anggaran MBG 2027 Sebesar Rp240,2 Triliun Capai Target Pemenuhan Gizi Nasional

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 18:40 WIB | Oleh:
BGN Pastikan Anggaran MBG 2027 Sebesar Rp240,2 Triliun Capai Target Pemenuhan Gizi Nasional Doc: antara foto
Ket. Kepala BGN Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX yang dipantau dari Jakarta, Kamis (3/9).

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan anggaran tahun 2027 dapat mencapai target pemenuhan gizi nasional untuk menjangkau 72,4 juta penerima manfaat yang terdiri atas anak sekolah usia PAUD-SMA serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

Berdasarkan surat bersama pagu indikatif Menteri Keuangan Nomor S-228/MK.03/2026 dan Menteri PPN/Kepala Bappenas nomor B-385/D.9/PP.04.03/05/2026 tanggal 7 Mei 2026, total anggaran tahun 2027 untuk BGN sebesar Rp240,2 triliun.

"Anggaran tersebut terdiri atas program pemenuhan gizi nasional Rp232,8 triliun (96,95 persen) dan dukungan manajemen Rp7,32 triliun (3,05 persen). Kami terus berusaha untuk terus bekerja dengan tim, dengan dukungan moral Komisi IX kami akan terus memperbaiki tata kelola Program MBG ini guna mencapai target pemenuhan gizi nasional," kata Kepala BGN Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX yang dipantau dari Jakarta, Kamis (3/9).

Sudaryono menjelaskan, anggaran tahun 2027 BGN per program sesuai Surat Bersama Pagu Anggaran (SPBA) untuk penyediaan dan penyaluran MBG untuk anak sekolah sebesar Rp198,9 triliun, sedangkan untuk sasaran 3B yakni Rp33,5 triliun.

Sementara itu, target penerima manfaat bagi anak sekolah usia PAUD hingga SMA di tahun 2027 sebanyak 60,5 juta, sedangkan untuk sasaran 3B sebanyak 11,8 juta.

BGN juga secara konsisten melatih akuntan di SPPG untuk memperbaiki laporan pertanggungjawaban keuangan Program MBG.

Sudaryono menegaskan, tujuan pelaksanaan pelatihan tersebut yakni memastikan pengelolaan uang rakyat di dapur MBG berjalan kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Tujuan dilaksanakan training ini bagaimana laporan keuangan, uang yang Anda kelola di semua dapur adalah uang rakyat. Uang yang Anda kelola, masak, dan bagikan dalam bentuk makanan kepada penerima manfaat adalah uang rakyat, bersumber dari rakyat dan pertanggungjawabannya harus jelas," kata Sudaryono.

Kepala BGN menegaskan, apabila ada kelalaian dalam pertanggungjawaban Program MBG, maka banyak implikasi yang akan berpengaruh pada kerugian negara, mengingat BGN memegang alokasi APBN paling besar dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Rona
Jennie Blackpink Isi Soundt...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.