Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Angin Kencang Jadi Cobaan Water Bombing Karhutla Gunung Semeru

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Angin Kencang Jadi Cobaan Water Bombing Karhutla Gunung Semeru Doc: Istimewa
Ket. Helikopter tersebut menggunakan bucket berkapasitas 1.000 liter. Hingga pukul 12.00 WIB, sebanyak 21 kali water bombing telah dilakukan dengan total sekitar 21.000 liter air yang dijatuhkan ke lokasi kebakaran.

LUMAJANG – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, melalui jalur udara terkendala kondisi angin kencang. Hempasan angin memengaruhi operasi helikopter water bombing sekaligus meningkatkan risiko dalam penerbangan.

BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jawa Timur bersama petugas gabungan mulai mengerahkan helikopter untuk pemadaman dari udara pada Rabu (2/9). Helikopter PK-DAP milik BNPB yang didatangkan dari Lampung melakukan water bombing di kawasan bagian barat Pos 1 Pendakian, tepatnya di tebing punggungan Desa Ranupane, Kecamatan Senduro.

Helikopter tersebut menggunakan bucket berkapasitas 1.000 liter. Hingga pukul 12.00 WIB, sebanyak 21 kali water bombing telah dilakukan dengan total sekitar 21.000 liter air yang dijatuhkan ke lokasi kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, masih terdapat dua titik api yang menyala, yakni di sekitar Ranu Kumbolo dan Ranu Pane B29. Kedua lokasi tersebut berada di kawasan yang jauh, curam, dan sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Kendala di lokasi adalah angin yang kencang. Selain membuat api cepat menjalar, operasi water bombing juga terkendala akibat hempasan angin,” kata Gatot.

Menurut dia, kondisi angin juga menjadi pertimbangan dalam aspek keamanan penerbangan helikopter saat melakukan pemadaman dari udara.

Selain menggunakan helikopter, pemadaman tetap dilakukan melalui jalur darat. Tim gabungan melakukan pemadaman secara manual serta membuat sekat bakar untuk memutus jalur perambatan api dan mencegah api meluas ke arah permukiman warga.

Berdasarkan data Pusdalop BPBD Jatim, kebakaran di kawasan Gunung Semeru yang berlangsung sejak 26 Agustus 2026 hingga Rabu (2/9) telah berdampak terhadap sekitar 600 hektare lahan.

Gatot berharap kondisi cuaca, khususnya angin, lebih mendukung sehingga operasi pemadaman melalui jalur udara dapat dilakukan dengan lebih aman.

“Semoga besok cuacanya lebih mendukung, karena angin yang kencang memengaruhi keamanan unit helikopter saat melakukan operasi water bombing,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.