900 Pekerja Diduga Terjebak di Terowongan PLTA Nepal, Tim SAR Berjuang Melawan Lumpur dan Puing
📅 Selasa, 01 Sep 2026, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPerdana Menteri Nepal Balendra Shah menyebut banjir tersebut sebagai bencana alam dengan dampak yang sangat besar. Pemerintah Nepal mengerahkan hampir 21.000 personel keamanan untuk operasi penyelamatan, selain pekerja sipil dan sukarelawan.
"Terlepas dari cuaca buruk, medan yang sulit, dan risiko yang terus berlanjut, kami terus maju dengan tekad untuk menyelamatkan nyawa warga kami," kata Shah melalui unggahan di Facebook.
Upaya pencarian sempat beberapa kali dihentikan sejak Jumat akibat cuaca buruk. Tim juga menghadapi risiko banjir susulan setelah terbentuk danau di kawasan perbatasan Nepal-Tiongkok yang kemudian mulai mengalir ke sejumlah sungai di Nepal.
Pada Senin, kondisi cuaca membaik sehingga operasi pencarian kembali ditingkatkan. Tim penyelamat juga menggunakan alat berat untuk membersihkan akses menuju terowongan proyek PLTA Trishuli 3A di Distrik Nuwakot.
Nepal menyatakan tidak membutuhkan bantuan asing untuk operasi pencarian dan penyelamatan secara umum. Namun, pemerintah mengandalkan India dan Tiongkok untuk dukungan keahlian dalam operasi penyelamatan di dalam terowongan.
Sementara itu, stasiun televisi pemerintah Tiongkok CCTV mengaitkan banjir dengan ketidakstabilan gletser yang dipengaruhi pemanasan global. Dua pejabat Nepal mengatakan kepada Reuters bahwa pertukaran informasi mengenai risiko gletser dan perubahan ketinggian air antara kedua negara masih menjadi persoalan yang perlu diperkuat.
Operasi penyelamatan terhadap para pekerja yang diduga berada di dalam terowongan masih berlangsung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!