Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Voli Putri Perlu Kesiapan Fisik Bila Mau Naik Level

📅 Senin, 31 Agu 2026, 01:40 WIB | Oleh:
Voli Putri Perlu Kesiapan Fisik Bila Mau Naik Level Doc: Volleyball World
Ket. Timnas Voli Putri Indonesia saat menghadapi Iran dalam semifinal AVC Women’s Volleyball Continental Championship 2026.

JAKARTA – Tim bola voli putri Indonesia boleh gagal menembus semifinal AVC Women’s Continental 2026. Namun, perjalanan di Tianjin meninggalkan satu modal penting. Muncul gambaran nyata tentang pekerjaan besar yang harus dilakukan jika skuad Merah Putih ingin bersaing di level elite Asia.

Indonesia mengakhiri turnamen di posisi kelima setelah menyerah 1-3 kepada Iran pada perempat final di Tianjin Olympic Center Gymnasium, Tiongkok, Jumat (28/8). Kekalahan itu sekaligus menghentikan langkah Indonesia menuju empat besar. Namun, pencapaian lima besar tetap sesuai dengan target yang ditetapkan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), yakni menembus enam besar.

Lebih dari sekadar hasil akhir, AVC Women’s Continental 2026 menjadi ajang penting bagi Indonesia untuk mengukur jarak dengan kekuatan-kekuatan terbaik Asia. Pertandingan melawan Iran memperlihatkan bahwa kemampuan bersaing sudah mulai terbentuk, tetapi konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah terbesar.

Indonesia sebenarnya membuka pertandingan dengan meyakinkan. Set pertama berhasil diamankan 25-19. Namun, setelah itu permainan berbalik. Iran mengambil alih kendali dan merebut tiga set berikutnya dengan skor 25-16, 25-12, dan 25-17. Tampak juga fisik pemain putri Indonesia seringkali hanya maksimal di set pertama. Menang set pertama, selanjutnya rontok. Itu terjadi beberapa kali. Maka kesiapan fisik yang lebih baik sangat diperlukan.

Manajer Timnas Voli Putri Indonesia, Luciana Taroreh, mengapresiasi perjuangan para pemain yang telah berusaha memberikan perlawanan hingga pertandingan berakhir. “Kami tetap mengapresiasi perjuangan seluruh pemain yang sudah berusaha maksimal menghadapi Iran. Tim sudah berupaya memberikan perlawanan hingga akhir pertandingan,” ujar Luciana.

Menurut Luciana, perbedaan paling mencolok terlihat ketika pertandingan memasuki poin-poin penting. Iran mampu mempertahankan ritme dan ketenangan permainan, sedangkan Indonesia beberapa kali kehilangan momentum. Kesalahan sendiri juga membuat tekanan terhadap tim semakin besar.

“Permainan Iran lebih konsisten pada momen-momen penting. Sementara itu, tim kami masih perlu meningkatkan konsistensi permainan dan meminimalkan unforced errors agar dapat bersaing lebih baik di level ini,” ujarnya.

Kekalahan tersebut kini menjadi bahan evaluasi untuk menyiapkan tim menghadapi agenda berikutnya. Indonesia tidak hanya membutuhkan kemampuan individu, tetapi juga kestabilan permainan dari awal hingga akhir pertandingan ketika menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi.

“Kekalahan 1-3 adalah pengalaman berharga yang diperoleh para pemain selama turnamen. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh dan mempersiapkan tim dengan lebih baik untuk pertandingan berikutnya,” tutur Luciana.

Finis di lima besar menunjukkan Indonesia masih memiliki ruang untuk berkembang. Hasil tersebut sekaligus menjadi pijakan untuk membangun tim yang lebih matang, konsisten, dan berani bersaing di level Asia.

Ke depan, pembenahan tidak cukup hanya pada teknik dan taktik. Kemampuan menjaga fokus dalam situasi kritis, mengurangi unforced errors, serta mempertahankan momentum menjadi aspek yang harus diperkuat. Pengalaman menghadapi tim-tim Asia di Tianjin diharapkan menjadi bagian dari proses panjang menuju prestasi yang lebih tinggi.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan. Dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi tim untuk terus berkembang dan meraih hasil yang lebih baik di masa mendatang,” ucap Luciana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Nasional
Kebijakan Fiskal Kerap Tida...

RUU Guru dan Dosen Dibahas DPD RI, Apa yang Bakal Berubah?

30 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Nasional
RUU Guru dan Dosen Dibahas ...
PEMILIHAN UMUM

Partai Putin Menang dalam Pemilu

57 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Partai Putin Menang dalam P...
Advertisement
Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.