Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Strategi Baru Kutim: Dana RT Didorong Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

3 Senin, 31 Agu 2026, 06:06 WIB | Oleh:
Strategi Baru Kutim: Dana RT Didorong Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Strategi Baru Kutim: Dana RT Didorong Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Doc: Antara foto/HO- Prokutim
Ket. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman.

SANGATTA - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengarahkan Dana RT (Rukun Tetangga) yang nilainya mencapai Rp250 juta per tahun per RT, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi seiring adanya enam desa yang baru mendapat pelayanan listrik 24 jam.

"Begitu listrik ada di rumah, peluang usaha pun langsung muncul, maka arahkan bantuan keuangan khusus desa Rp250 juta di setiap RT untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan dan mengentaskan kemiskinan," ujar Ardiansyah di Sangatta, Kutim, Kalimantan Timur, Ahad.

Pemanfaatan Dana RT yang diintegrasikan dengan layanan listrik 24 jam ini antara lain bisa digunakan untuk pelatihan keterampilan dan pembinaan wirausaha baru yang membutuhkan aliran listrik seperti membuat maupun menjual es krim, membuat kue yang butuh oven listrik, dan lainnya.

Menurutnya, anggaran sebesar Rp250 juta per RT tersebut dicairkan dalam dua tahap, yakni Rp100 juta pada anggaran murni dan selebihnya yang sebesar Rp150 juta pada anggaran perubahan.

Untuk itu, para ketua RT bersama pengurus maupun kelompok masyarakat harus melakukan musyawarah dan menyusun kegiatan maupun pelatihan kerja bagi warga berpenghasilan rendah, seperti pelatihan menjahit, perbengkelan, pengolahan makanan hingga berbagai kegiatan ekonomi lainnya.

Selain itu, Pemkab Kutim juga akan menyalurkan bantuan modal usaha melalui Dinas Koperasi dan UMKM yang bersumber dari 50 program unggulan bupati dan wakil bupati pada anggaran perubahan tahun ini, sehingga setiap RT wajib melaksanakan minimal tiga kegiatan per tahun sesuai yang diatur dalam peraturan bupati.

Hal yang harus menjadi perhatian semua pihak, katanya, pastikan dulu mereka memiliki keterampilan supaya ada peluang untuk berusaha. Setelah punya keterampilan, modal usaha akan dikucurkan agar bermanfaat dan tepat sasaran.

"Keberadaan listrik masuk desa yang dikombinasikan dengan pelatihan dan permodalan ini, pemda menargetkan penurunan angka kemiskinan dimulai dari RT dalam kurun waktu lima tahun, menuju sasaran bebas kemiskinan di Kutai Timur pada 2029," katanya.

Sementara enam desa yang baru mendapat layanan listrik 24 jam tersebut berada di Kecamatan Sangkulirang. Peresmian operasional listrik dilakukan oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman di Kantor Desa Saka, Sabtu (29/8/2026).

Sebanyak enam desa tersebut adalah Desa Saka, Pelawan, Mandu Dalam, Tepian Terap, Mandu Pantai Sejahtera, dan Desa Peridan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Rupiah Masih Rentan - 3 November 2026

31 menit yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 3 Nov...
Megapolitan
Prioritaskan Persija, Pramo...
Megapolitan
Udara Jakarta Memburuk! Sel...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.