Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hingga Maret 2027, Stok Beras di Gudang Bulog Banyumas Masih Aman

📅 Senin, 31 Agu 2026, 14:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hingga Maret 2027, Stok Beras di Gudang Bulog Banyumas Masih Aman Doc: ANTARA
Ket. Petugas Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mengecek stok beras di Kompleks Pergudangan Cindaga, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (31/8/2026).

PURWOKERTO – Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Jateng, memastikan stok beras di wilayah Banyumas Raya, yang mencakup Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara, dalam kondisi aman hingga Maret 2027, dengan persediaan saat ini mencapai 76.000 ton setara beras.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jateng, Senin (31/8), mengatakan stok yang tersimpan di gudang-gudang di wilayahnya mencukupi untuk mendukung kebutuhan penyaluran bantuan pangan maupun kebutuhan lainnya hingga menjelang panen raya pada 2027.

"Stok kita masih di angka sekitar 76 ribuan ton setara beras. Ini masih terus bertambah dengan adanya penyerapan, juga ada yang keluar untuk penyaluran bantuan pangan," katanya.

Meskipun stok terus berkurang karena adanya penyaluran bantuan pangan, dia mengatakan Bulog Banyumas tetap memiliki persediaan yang cukup kuat untuk menjaga ketersediaan beras di wilayah kerjanya.

Di sisi lain, kata dia, Bulog Banyumas juga terus melakukan pengadaan cadangan pangan pemerintah dengan target sebanyak 72.312 ton setara beras pada 2026.

Hingga saat ini, lanjut dia, realisasi pengadaan telah mencapai sekitar 67.000 ton setara beras atau 92,74 persen dari target tersebut.

"Kalau pengadaan cadangan pangan pemerintah sudah 92 persen, mendekati 93 persen dan masih berproses," katanya menegaskan.

Menurut dia, proses penyerapan gabah petani masih terus dilakukan meskipun harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani relatif tinggi.

Ia mengatakan berdasarkan kondisi di lapangan, harga GKP saat ini berada pada kisaran Rp7.400 hingga Rp8.500 per kilogram, bergantung pada kualitas gabah.

"Kalau petani yang mau menjual dengan harga Bulog (sebesar Rp6.500 per kilogram berdasarkan harga pembelian pemerintah terhadap GKP), tidak apa-apa. Kami masih terus menyerap," katanya.

Dalam upaya memperkuat penyerapan gabah, kata dia, Bulog juga melakukan kegiatan serapan gabah bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kementerian Pertanian dan TNI yang mencapai sekitar 129.000 ton.

Ia mengatakan penyerapan akan terus dioptimalkan dengan menyesuaikan kondisi panen dan ketersediaan gabah di masing-masing wilayah.

Menurut dia, sejumlah daerah di Kabupaten Banyumas masih mengalami panen yang cukup banyak, terutama Kecamatan Rawalo dan Jatilawang.

Sementara, di Kabupaten Cilacap, lanjut dia, aktivitas panen masih relatif banyak berlangsung di Kecamatan Nusawungu dan Binangun serta sejumlah wilayah di bagian barat kabupaten tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
IMF: India Salip Jepang seb...
Daerah
OTT Dini Hari di Surabaya D...
Advertisement
Penumpang LRT Sumsel Diimbau Kenakan Masker

Penumpang LRT Sumsel Diimbau Kenakan Masker

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.