Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlu Mengulik Potensi Daerah demi Ekonomi Berkelanjutan

1 Minggu, 30 Agu 2026, 06:53 WIB | Oleh:
Perlu Mengulik Potensi Daerah demi Ekonomi Berkelanjutan Perlu Mengulik Potensi Daerah demi Ekonomi Berkelanjutan Doc: ist
Ket. mengulik potensi daerah

PANGKALPINANG – Daerah-daerah perlu terus menemukan sistem guna mendorong ekonomi berkelanjutan. Langakh ini penting demi “dapur” daerah.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berupaya mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih beragam, inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Kanwil DJPb Babel sekaligus Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Babel Muhamad Mufti Arkan di Pangkalpinang, Sabtu, mengatakan upaya tersebut penting di tengah keterbatasan ruang fiskal pemerintah.

“Bangka Belitung membutuhkan sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih beragam, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Mufti.

Menurut dia, pembangunan ekonomi daerah tidak dapat hanya mengandalkan belanja pemerintah, tetapi membutuhkan sumber pertumbuhan yang berasal dari kekuatan ekonomi masyarakat dan sektor riil.

Program Desa Devisa menjadi salah satu upaya mengembangkan potensi ekonomi masyarakat desa menjadi produk bernilai tambah yang mampu menjangkau pasar global.

“Pembangunan ekonomi berorientasi global harus dimulai dari desa. Kita ingin potensi yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat tidak berhenti sebagai potensi,” ujarnya.

Gagasan tersebut dibangun melalui pemetaan, koordinasi dan asesmen Kanwil DJPb Babel bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), pemerintah daerah, Kemenkeu Satu dan pelaku usaha terhadap berbagai potensi komoditas daerah.

Ia mengatakan Desa Devisa bukan sekadar program ekspor, tetapi upaya membangun manusia, kelembagaan dan ekosistem usaha agar masyarakat memiliki kemampuan untuk naik kelas.

Sebanyak 48 desa menjadi bagian dari program tersebut dengan fokus pada tiga komoditas, yakni lada, lidi nipah dan olahan hasil perikanan. Pengembangan dan peningkatan kualitas ketiga komoditas tersebut terus dilakukan.

Pengembangan lada fokus terhadap konsistensi pasokan, sertifikasi, tata kelola dan kapasitas produksi. Sedangkan, lidi nipah melalui peningkatan desain, katalog ekspor, strategi harga, cerita produk dan pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing.

Sementara olahan hasil perikanan, seperti kemplang, getas dan kerupuk membutuhkan perhatian terhadap daya tahan, keamanan pangan, konsistensi pasokan, pengemasan, sertifikasi dan strategi pemasaran.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat mengubah produk lokal menjadi komoditas unggulan yang memiliki nilai tambah, identitas, standar dan akses pasar global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

IMF: PDB Vietnam akan Lampaui Indonesia Tahun Ini

4 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
IMF: PDB Vietnam akan Lampa...
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.