Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cabai Tak Kunjung Murah Tembus 140 Ribu per Kg, DPRD Gorontalo Utara Berharap Masuk Pasar Murah

📅 Minggu, 30 Agu 2026, 03:13 WIB | Oleh:
Cabai Tak Kunjung Murah Tembus 140 Ribu per Kg, DPRD Gorontalo Utara Berharap Masuk Pasar Murah Doc: Antara foto
Ket. Komoditas cabai rawit di pasar tradisional Gorontalo Utara.

GORONTALO - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Fitri Yusup Husain berharap komoditas cabai rawit masuk dalam kegiatan pasar murah.

"Harga cabai rawit saat ini menembus Rp140 ribu per kilogram. Harga yang sangat tinggi dan banyak dikeluhkan masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga dan pelaku usaha rumah makan," kata Fitri di Gorontalo Utara, Sabtu.

Menurut dia, kenaikan harga cabai rawit harus menjadi perhatian agar tidak memicu inflasi.

Oleh karena itu, jika pemerintah daerah melaksanakan pasar murah, diharapkan cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang disiapkan, untuk mengantisipasi lonjakan harga yang terus terjadi.

Pengalaman sebelumnya mencatat harga cabai rawit di daerah tersebut pernah menembus Rp180 ribu per kilogram, sehingga diharapkan tidak terulang, ujar dia.

"Maka memasukkannya dalam komoditas pangan di pasar murah, perlu dilakukan," kata Fitri.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Gorontalo Utara Ajuba Thalib mengatakan musim kemarau menjadi salah satu pemicu tingginya harga cabai rawit.

Permintaan pasar terhadap cabai rawit tetap tinggi saat ini, sebab dimana-mana orang ke pasar pasti beli cabai karena komoditas itu menjadi rempah utama dalam masakan di daerah tersebut.

Sementara itu, ia mengatakan produksi dan pasokan cabai saat ini berkurang akibat musim panas menjadi pemicu utama produksi cabai turun.

Berbeda dengan komoditas tomat yang harganya turun drastis menjadi Rp5.000 per kilogram, dari harga sebelumnya Rp10.000 per kilogram.

Pihaknya, kata Ajuba, konsisten mengusulkan komoditas cabai rawit menjadi salah satu bahan yang disiapkan di pasar murah dengan harga murah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Kesiapan Awak Kapal, Kemenhub Gelar Workshop Safety Training untuk Hadapi Situasi Darurat
    Langkah sinergis Ditjen Hubla dan manajemen PT PELNI ...
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
Pajak Kendaraan Belum Dibay...
Megapolitan
Pramono Tawarkan 37 Proyek ...
Megapolitan
Pramono dan Wali Kota New Y...
Advertisement
Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.