Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan KPR BTN Bunga 2,75% dan Tenor 30 Tahun

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 12:45 WIB | Oleh:
Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan KPR BTN Bunga 2,75% dan Tenor 30 Tahun Doc: BTN
Ket. Danantara Housing Expo (DHE) 2026 resmi digelar di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, dengan membawa misi memperkuat ekosistem perumahan dan memperluas akses masyarakat terhadap hunian. Dalam pameran tersebut, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengambil peran melalui penyediaan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang lebih terjangkau.

JAKARTA - Danantara Housing Expo (DHE) 2026 resmi digelar di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, dengan membawa misi memperkuat ekosistem perumahan dan memperluas akses masyarakat terhadap hunian. Dalam pameran tersebut, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengambil peran melalui penyediaan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang lebih terjangkau.

Danantara Indonesia membuka DHE 2026 pada Kamis (27/8/2026), dengan pameran berlangsung hingga 30 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi Danantara Indonesia bersama ekosistem BUMN untuk mendukung Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah.

Pameran perumahan tersebut menghadirkan lebih dari 120.000 pilihan properti yang ditawarkan oleh lebih dari 130 pengembang, baik dari sektor BUMN maupun swasta. Kehadiran berbagai pilihan hunian tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan pasokan rumah yang tersedia di pasar.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan DHE 2026 dirancang untuk mempertemukan tiga komponen utama dalam ekosistem perumahan. Ketiganya meliputi ketersediaan hunian dengan harga terjangkau, pembiayaan yang kompetitif, serta akses yang lebih mudah bagi masyarakat.

"Danantara Housing Expo 2026 mencerminkan komitmen nyata Danantara Indonesia dan seluruh ekosistem BUMN dalam mendukung Program 3 Juta Rumah Pemerintah," ujar Rosan.

Dari sisi pembiayaan, BTN bersama Danantara dan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menawarkan skema KPR dengan bunga mulai 2,75 persen. Fasilitas tersebut juga memberikan pilihan tenor hingga 30 tahun sehingga masyarakat dapat memperoleh cicilan yang lebih ringan sesuai kemampuan finansial.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan skema tersebut disiapkan untuk meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus membuat kepemilikan rumah semakin mudah dijangkau. Menurutnya, kombinasi bunga promo dan tenor panjang dapat membantu menekan besaran angsuran bulanan.

"Salah satu yang kita sepakati bersama Danantara dan seluruh Himbara adalah memberikan bunga yang kira-kira mirip bunga promo, mulai 2,75% dengan jangka waktu 30 tahun. Jadi, angsurannya bisa sangat murah supaya daya beli masyarakat juga lebih terjangkau," ujar Nixon.

Selain menawarkan KPR dengan bunga kompetitif, BTN juga terus memperkuat pembiayaan rumah subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Pemerintah melalui Komite Tapera sebelumnya telah menyepakati pengembangan tenor KPR FLPP hingga 40 tahun, meskipun BTN masih menunggu kesiapan implementasi sebelum skema tersebut ditawarkan kepada masyarakat.

Nixon menilai perpanjangan tenor KPR dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan beban cicilan bulanan. Dengan angsuran yang lebih rendah, semakin banyak kelompok masyarakat yang berpotensi memenuhi kemampuan untuk memiliki rumah.

"Kalau ini terjadi, angsurannya bisa antara Rp700.000–Rp800.000. Itu murah sekali buat masyarakat yang tadinya masuk kelompok desil 4–5, sehingga bisa ikut membeli rumah ke depannya," kata Nixon.

Strategi tersebut juga dinilai relevan dengan kondisi masyarakat, terutama generasi muda yang baru memasuki dunia kerja dan masih memiliki kemampuan finansial terbatas. Skema cicilan yang lebih ringan pada tahap awal diharapkan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki rumah lebih cepat sambil menyesuaikan dengan peningkatan pendapatan di masa mendatang.

"Kita membuat keterjangkauan dulu, supaya orang yang tadinya tidak bankable bisa menjangkau dengan cara memanjangkan tenor kredit. Kemudian bunga dibuat lebih ringan di depan. Nanti penghasilannya naik dan bisa catch up dengan angsuran normalnya. Tapi itu membutuhkan waktu tiga, empat, sampai lima tahun," jelas Nixon.

Di luar aspek pembiayaan, BTN juga mendorong pengembangan hunian yang terhubung dengan transportasi publik sebagai solusi bagi kebutuhan masyarakat perkotaan. Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah Hunian Manggarai bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melalui konsep Transit Oriented Development (TOD).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Kejutan Formasi 5-4-1 Timnas Indonesia, Luke Vickery Siap Menggebrak SUGBK di FIFA ASEAN Cup 2026

Kejutan Formasi 5-4-1 Timnas Indonesia, Luke Vickery Siap Menggebrak SUGBK di FIFA ASEAN Cup 2026

25 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.