Sempat Langka, Ketersediaan BBM di Sulawesi Tengah Telah Teratasi

Kamis, 27 Agu 2026, 10:27 WIB

PALU –Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengatakan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya Pertalite, telah teratasi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palu

“Kami telah melaksanakan pertemuan bersama pihak Pertamina, untuk menjaga ketersediaan BBM, khususnya Pertalite,” Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sulteng, Rudi Dewanto, di Palu, Kamis (27/8).

Ket. Foto: Arsip - Kendaraan roda dia maupun roda empat antre mengisi BBM subsidi jenis Pertalite di SPBU jalan Touwa Kota Palu pada Kamis (20/8/2026) malam. — Sumber: ANTARA

Gubernur Sulteng meminta agar persoalan tersebut segera dicarikan solusi konkret, sehingga kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi dan kondisi di lapangan kembali normal.

Dalam rapat tersebut, pihak Pertamina menjelaskan bahwa keterlambatan pasokan Pertalite dipengaruhi kondisi cuaca buruk yang berdampak pada perjalanan kapal pengangkut BBM dari Bitung, Sulawesi Utara, sekitar 15 Agustus 2026.

Kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan pasokan pada 16 hingga 17 Agustus 2026. Untuk menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, Pertamina kemudian melakukan langkah antisipasi dengan mencari pasokan alternatif dari Depot Bau-Bau serta mengambil stok dari Depot Poso.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kestabilan stok BBM di wilayah Sulawesi Tengah sekaligus mengantisipasi terjadinya kekurangan pasokan di sejumlah SPBU.

Pertamina juga menyampaikan bahwa pasokan dari Bau-Bau dan Bitung telah kembali masuk secara normal pada periode 20 hingga 24 Agustus 2026. Sementara itu, kondisi antrean di sejumlah SPBU, khususnya di Kota Palu, pada Rabu (26/8/2026) disebut sudah mulai normal.

Rudi mengatakan Pemprov Sulteng berharap pemenuhan kebutuhan BBM dapat segera kembali normal dan masyarakat tidak perlu panik. Masyarakat juga diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Jangan melakukan pembelian berlebihan karena justru dapat menimbulkan kepanikan dan memperpanjang antrean,” pesannya.

Pemprov Sulteng bersama Pertamina akan terus memantau kondisi pasokan BBM di lapangan guna memastikan distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.