Bouaddi Gabung Manchester City, Jadi Pemain Muda Termahal dalam Sejarah Premier League
📅 Kamis, 27 Agu 2026, 00:03 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraLONDON — Manchester City kembali membuat gebrakan di bursa transfer. Klub juara Inggris itu resmi mendatangkan gelandang muda Maroko, Ayyoub Bouaddi, dari Lille dengan nilai transfer yang menjadikannya pemain remaja termahal dalam sejarah Premier League (Liga Inggris).
Lille mengumumkan bahwa kesepakatan transfer pemain berusia 18 tahun itu mencapai 100 juta euro atau sekitar 2,07 triliun rupiah
Transfer tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dibuat Manchester United ketika mendatangkan bek muda Lille, Leny Yoro, dengan mahar 58,9 juta pound pada tahun 2024.
City bergerak cepat mendapatkan Bouaddi setelah melepas sejumlah pemain penting di lini tengah. Kapten Spanyol peraih Piala Dunia, Rodri, telah meninggalkan Etihad Stadium untuk bergabung dengan Barcelona, sedangkan Tijjani Reijnders dilepas ke Al-Qadsiah. Nico Gonzalez juga disebut-sebut berpeluang meninggalkan Manchester City.
Bouaddi datang ke Manchester dengan reputasi sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa. Ia tampil mengesankan bersama Maroko pada Piala Dunia 2026 dan menjadi bagian penting dari perjalanan timnya hingga mencapai perempat final sebelum dihentikan Prancis.
Di Manchester City, Bouaddi akan menjadi bagian dari revolusi lini tengah. Ia akan bergabung dengan pemain Inggris, Elliot Anderson, yang lebih dulu direkrut City dari Nottingham Forest dengan nilai transfer 116 juta pound atau sekitar 2,80 triliun rupiah.
Bouaddi telah mencatat 96 penampilan untuk Lille sejak menembus tim utama ketika baru berusia 16 tahun. Perkembangan pesat tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain muda paling diburu klub-klub elite Eropa.
"Ini adalah hari yang sangat spesial bagi saya dan keluarga," kata Bouaddi melalui situs resmi Manchester City.
"Manchester City, bagi saya, adalah klub terbaik di dunia. Berada di sini dan bisa menyebut diri saya sebagai pemain City adalah sebuah mimpi."
Bouaddi mengaku sudah lama mengagumi gaya permainan City. Menurut dia, karakter sepak bola yang dimainkan klub tersebut menjadi salah satu alasan utama dirinya memilih pindah ke Inggris.
"Saya sudah menyaksikan City selama bertahun-tahun dan saya menyukai gaya bermain mereka. City selalu berusaha memainkan sepak bola berkualitas dan mereka telah menunjukkan bahwa mereka adalah pemenang. Klub ini terasa seperti dibangun untuk menang," ujarnya.
Meski datang dengan banderol fantastis, Bouaddi menyadari perjalanan kariernya masih panjang. Ia baru berusia 18 tahun dan masih memiliki banyak aspek permainan yang perlu dikembangkan.
"Saya masih harus banyak berkembang. Saya baru berusia 18 tahun. Saya senang dengan perkembangan yang sudah saya capai sejauh ini, tetapi saya juga tahu masih banyak hal yang bisa saya tingkatkan. Tidak diragukan lagi, ini adalah tempat terbaik bagi saya untuk berkembang," kata Bouaddi.
Ia juga bertekad membantu City mengejar berbagai gelar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!