Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Daging Ayam di Temanggung Melonjak, Ternyata Ini Penyebabnya

4 Rabu, 26 Agu 2026, 04:58 WIB | Oleh:
Harga Daging Ayam di Temanggung Melonjak, Ternyata Ini Penyebabnya Harga Daging Ayam di Temanggung Melonjak, Ternyata Ini Penyebabnya Doc: Antara foto
Ket. Seorang pedagang daging ayam potong di Pasar Kliwon Temanggung sedang melayani pembeli.

TEMANGGUNG - Harga daging ayam ras di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mengalami kenaikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat pada Agustus ini serta bertambahnya  biaya produksi yang dialami para peternak.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Temanggung Ponco Marbagyo di Temanggung, Selasa, menyampaikan kenaikan harga salah satunya berkaitan dengan meningkatnya permintaan.

Memasuki Agustus 2026, katanya kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai kembali berjalan seiring masuknya anak-anak sekolah setelah libur. Kondisi itu secara otomatis meningkatkan kebutuhan daging ayam.

Sekitar tiga minggu yang lalu harga daging ayam ras masih Rp35 ribu per kilogram, sampai saat ini secara bertahap naik menjadi Rp42 ribu sampai Rp43 ribu per kilogram. 

Selain itu, momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga turut mendorong konsumsi masyarakat. Berbagai kegiatan dan tradisi masyarakat yang berkaitan dengan peringatan 17 Agustus turut meningkatkan kebutuhan bahan pangan.

Peningkatan konsumsi juga terjadi karena pada Agustus bertepatan dengan momentum Maulid Nabi. Di sejumlah desa, berbagai kegiatan seperti pengajian dan tradisi masyarakat masih berlangsung dan turut meningkatkan konsumsi daging ayam.

Di sisi lain, kenaikan harga juga dipengaruhi oleh meningkatnya biaya pakan ternak. Para peternak menyampaikan adanya kenaikan harga pakan sekitar Rp500 hingga Rp700 per kilogram.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu dilihat sebagai bagian dari mekanisme pasar. Ketika pasokan relatif tetap sementara permintaan meningkat, harga secara otomatis akan terdorong naik.

"Ini harus disikapi sebagai hukum pasar. Kalau pasokan tetap kemudian kebutuhan naik, otomatis akan mengalami kenaikan. Tetapi gejolak ini tidak hanya di Temanggung, di Jawa Tengah dan nasional sama. Memang ada pergerakan yang sama," katanya.

Terkait kemungkinan operasi pasar, pemerintah sebenarnya memiliki mekanisme untuk melakukan intervensi. Namun, langkah tersebut tidak bisa dilakukan secara langsung karena harus melihat kondisi harga dibandingkan dengan harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain itu, katanya, penurunan harga secara paksa juga dikhawatirkan justru membebani peternak. Dengan biaya produksi yang meningkat, harga yang terlalu rendah dapat membuat peternak mengalami kerugian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Rona
HYBE: BTS Siapkan Tambahan ...

Kemenpora Ajak ASN Tingkatkan Kebugaran

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenpora Ajak ASN Tingkatk...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Bek Timnas Indonesia Sabet "Man of the Match" Liga Champions Usai Lille Tahan Imbang Bodo/Glimt

Bek Timnas Indonesia Sabet "Man of the Match" Liga Champions Usai Lille Tahan Imbang Bodo/Glimt

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.