Kementan Kerahkan 9 Penyuluh Dampingi Petani Kembangkan Perkebunan Kelapa di Natuna.

Senin, 24 Agu 2026, 11:03 WIB

Kementerian Pertanian (Kementan) menerjunkan sembilan penyuluh pertanian untuk mendampingi petani dalam mengembangkan perkebunan kelapa di enam kecamatan Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Wan Syazali di Natuna, Ahad, mengatakan pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengolahan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman kelapa dilakukan sesuai dengan teknis yang dianjurkan sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Ket. Foto: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. — Sumber: Antara Foto

Enam kecamatan tersebut meliputi Bunguran Tengah, Bunguran Batubi, Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Selatan, dan Bunguran Utara.

"Kementan menerjunkan sembilan penyuluh pertanian untuk mendampingi petani agar tanaman kelapa dapat tumbuh optimal," ucapnya.

Menurut dia, dukungan pengembangan kelapa tersebut diberikan kepada 34 kelompok tani. Total petani yang tergabung dalam kelompok sebanyak 497 orang. Para petani tersebut kata dia, merupakan penerima bantuan bibit kelapa sebanyak 38.500 batang.

Selain bantuan bibit, petani juga memperoleh dukungan dana untuk dua kegiatan, yakni pengolahan dan pemeliharaan serta kegiatan penanaman. Pemerintah juga memberikan bantuan pupuk organik untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Penyerahan bantuan dijadwalkan pada Oktober 2026.

"Para petani juga telah mendapatkan edukasi dari Kementan mengenai pengolahan lahan, pembuatan lubang tanam, teknik penanaman, hingga penggunaan pupuk pada Sabtu (22/8)," katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Karya Makmur Tutus Setiawan mengatakan edukasi yang diberikan memberikan pengetahuan baru kepada petani dalam mengembangkan tanaman kelapa.

"Petani juga diajarkan bagaimana mengolah lahan, membuat lubang tanam dan menggunakan pupuk. Jadi kami tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapat pengetahuan untuk merawat tanaman," katanya.

Ia menyebut bantuan bibit, pupuk organik dan dukungan dana akan membantu kelompok tani dalam mengembangkan kebun kelapa, terutama dalam memenuhi kebutuhan sejak tahap persiapan lahan hingga pemeliharaan tanaman.

Tutus berharap pendampingan dapat dilakukan secara berkelanjutan hingga tanaman kelapa tumbuh dan menghasilkan. Dengan demikian, pengembangan komoditas tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan pendapatan petani.

"Saya mewakili teman-teman mengucapkan terima kasih kepada Kementan karena telah membantu kami dan kami berkomitmen untuk memelihara dengan baik," katanya.

Kementan beri bantuan 38.500 bibit kelapa untuk petani Natun

Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan bibit kelapa dalam sebanyak 38.500 pohon bagi  497 petani untuk ditanam di lahan seluas 350 hektare di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

"Kami usulkan pengembangan kelapa dalam pada lahan 500 hektare ke Kementan dan disetujui secara bertahap, hingga terakhir disetujui 350 hektare dengan bantuan bibit 38.500 bibit," ucap Bupati Natuna Cen Sui Lan di Natuna, Sabtu.

Ia mengatakan, saat ini para petani tengah mendapatkan edukasi dari perwakilan Kementan mengenai teknik budidaya, mulai dari persiapan lahan, lubang tanam, proses penanaman, hingga perawatan tanaman.

Kegiatan pendampingan tersebut berlangsung, Sabtu sore di Gedung Sri Serindit, Kabupaten Natuna, sebagai upaya meningkatkan pemahaman petani agar bantuan bibit yang diberikan dapat dikembangkan secara optimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Wan Syazali mengatakan para petani yang mendapat bantuan tersebut tergabung dalam 34 kelompok tani.

Menurut dia, selain bibit petani juga menerima pupuk hingga dana untuk membiaya persiapan dan pengolahan lahan serta penanaman.

"Bibit berasal dari kelapa lokal unggul dibuktikan dengan sertifikat hasil sertifikasi lembaga resmi," ucapnya.

Ia menjelaskan, bantuan bibit kelapa dalam itu akan disalurkan pada Oktober 2026 dan bantuan itu bagian dari program bantuan peremajaan dan perluasan perkebunan kelapa.

Untuk perluasan kata dia, terdapat di wilayah Kecamatan Bunguran Tengah dan Kecamatan Bunguran Batubi, sedangkan kegiatan peremajaan berada di Kecamatan Bunguran Timur, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kecamatan Bunguran Selatan dan Kecamatan Bunguran Utara.

Ia menyebut di Kepri terdapat empat kabupaten yang menerima bantuan serupa. Namun, Natuna merupakan daerah penerima bantuan terbanyak.

"Keberhasilan program hilirisasi kelapa bergantung pada tahap awal penanaman. Oleh karena itu, bimbingan ini bisa diikuti dengan baik, terutama memahami teknik pembuatan lubang tanam dan penggunaan pupuk yang tepat agar bibit kelapa dapat tumbuh optimal serta menghasilkan produksi maksimal."

  • perkebunan kelapa Natuna

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.